Pelajaran di usia dua puluh delapan tahun: Ayo kita cintai dan maafkan diri kita sendiri. Maafkan juga kesalahan orang lain, bukan karena kita pantas disakiti, tapi demi kelegaan dan ketenangan diri sendiri. Sadari bahwa kita hanya manusia. Aku, kamu, dia, mereka, semua berpotensi berbuat salah dan membuat kecewa. Kita bukan malaikat. Itulah kenapa Allah memberikan kita hati, akal, dan pikiran. Kita diberi pilihan mau memaafkan, mau mengikhlaskan, mau menerima dengan lapang, atau mau memelihara dendam dan kebencian. Kita diberi pilihan mau menjalani hidup dengan bahagia dan tenang atau membuang-buang waktu dengan penyesalan yang tidak ada habisnya. Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Terima kasih ya Amma, sudah bertahan sejauh ini. Tenang saja, ada Allah kok. Jangan putus doa-doa baiknya. Gak akan rugi, insyaa Allah. Untuk semua hal yang tidak kamu adukan pada ayah, tidak pula kamu tangisi di makam ibu, dan hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada adikmu, aku cuma mau bilang...
Holla! Sudah 2016 yah, berarti sudah setahun tidak buka blog ini. Padahal rasanya baru kemarin habis posting kekata gaje, hihi... Oke sebagai postingan perdana di 2016 ada baiknya dimulai dengan yang baik-baik, seperti mendo'akan kebaikan kepada orang baik, Ayu salah satunya. Untuk sekadar ucapan selamat ulang tahun tentulah ini sudah telat banyak, tapi untuk mendo'akan, bukankah tidak ada kata terlambat? Untuk itu, marilah kita menundukkan kepala sejenak, mendo'akan semoga Ayu diberi keberkahan di tujuh belas tahunnya ini. :D Sudah sebulan sejak peringatan kelahiranmu yang ke tujuh belas, bagaimana rasanya sista? Manis, asin, asam, coklat, vanila atau strawberi? *ini nano-nano atau es krim -_-* hihi, tenang, tujuh belas tahun tak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya ada sedikit resolusi, yang sayangnya kadang membuat galau tingkat dewa, tapi tak jarang pula bisa bikin kita tersenyum sampai poge', ahaha... Terakhir ketemu waktu kita jenguk ...