Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label AIM

Catatan terakhir...

Blessed August

A kindly reminder for my self Entah pernah baca ini dimana, katanya rumus kehidupan sebagai seorang hamba adalah doa, ikhtiar, dan tawakal. Karena ikhtiar tanpa doa itu sombong, dan doa tanpa ikhtiar itu sama saja bohong. Lalu, setelah berikhtiar dan berdoa, biar Allah yang menetapkan hasil terbaiknya. Itulah bentuk tawakal. Tapi, ada satu hal yang harus berjalan beriringan dengan doa, ikhtiar, dan tawakal, yaitu sangka baik... yang muaranya takkan jauh-jauh dari syukur ataupun sabar, dan tidak ada kerugian di antara keduanya. Kalau bersyukur, Allah tambah nikmatmu, kalau bersabar kamu mendapat pahala, dan Allah bersamamu.  Berbaik sangkalah pada Allah bahwa semua ketetapan-Nya adalah yang terbaik, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.  Jangan pernah lepaskan sangka baikmu pada Allah, ya. ♥️🤗 Maros, 31 Agustus 2026 

Ketemu Lagi :)

Kak,  malam ini kutemui dirimu lagi,  dalam layar persegi telepon selulerku. Malam ini kutemui dirimu lagi,  dengan senyum yang khas itu. Kulihat kamu begitu sumringah, juga menawan. Syukurlah aku masih bisa melihat wajah yang selalu kurindu itu. Tapi kak, Biar di sini saja kusampaikan, kalau sejujurnya aku sering iri dengan mereka yang punya banyak foto bersamamu. Dengan mereka yang lebih dulu menghabiskan banyak waktu denganmu. Aku ingin lebih lama,  andai masih bisa kembali. Kak, bagaimana ini? Aku sudah berjanji untuk berdamai dengan perasaanku. Tetapi jemariku masih sering mencari-cari dirimu di dunia maya. Aku ingin bertemu sekali lagi kak. Ingin memelukmu dan mengambil banyak gambar dengan senyum terbaik kita. Ingin kusampaikan kalau aku sayang kamu, meski mungkin dengan suara yang lirih, wajah yang memerah karena malu atau dengan tangis siap kehilangan. Aduh, Harusnya aku tak seperti ini. Maafkan Amma ya Allah. Maafkan Amma juga ya kak. (to ...

Kak Iis

Nyanyian tak lagi merdu.  Puisi tak lagi menyentuh kalbu.  Kau telah membawa pergi separuh jiwaku.  (Siti Marliah - Mamanya Kak Iis)  * Aku tak pernah menyangka jika doa-doa untukmu akan berubah bentuknya secepat ini, sedang aku sibuk dengan segala penyesalanku. Yah, penyesalan. Sampai detik sebelum aku menyelesaikan catatan panjang ini, aku menyesali begitu banyak hal tentang kita. Lebih tepatnya, tentang waktu yang kusia-siakan.  Allah mempertemukan orang sebaik dirimu dengan aku, si anak sulung yang sejak lama ingin punya kakak. Allah mempertemukan orang sesabar dirimu dengan aku, si tidak sabar dan pengeluh ulung. Allah mempertemukan orang sepandai dirimu dengan aku, si awam ilmu yang selalu sok pintar. Allah mempertemukan penulis seperti dirimu dengan aku, si penampung karya di bawah kasur. Allah sangat baik, sehingga aku dipertemukan dengan perempuan yang perangainya menyerupai bidadari di mataku.  Kak Iis, begitulah kunamakan c...