Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Catatan terakhir...

Twenty Eight

Pelajaran di usia dua puluh delapan tahun: Ayo kita cintai dan maafkan diri kita sendiri. Maafkan juga kesalahan orang lain, bukan karena kita pantas disakiti, tapi demi kelegaan dan ketenangan diri sendiri. Sadari bahwa kita hanya manusia. Aku, kamu, dia, mereka, semua berpotensi berbuat salah dan membuat kecewa. Kita bukan malaikat. Itulah kenapa Allah memberikan kita hati, akal, dan pikiran. Kita diberi pilihan mau memaafkan, mau mengikhlaskan, mau menerima dengan lapang, atau mau memelihara dendam dan kebencian. Kita diberi pilihan mau menjalani hidup dengan bahagia dan tenang atau membuang-buang waktu dengan penyesalan yang tidak ada habisnya.  Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Terima kasih ya Amma, sudah bertahan sejauh ini. Tenang saja, ada Allah kok. Jangan putus doa-doa baiknya. Gak akan rugi, insyaa Allah.  Untuk semua hal yang tidak kamu adukan pada ayah, tidak pula kamu tangisi di makam ibu, dan hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada adikmu, aku cuma mau bilang...

Kzl!

Kenapa bodoh sekali? Kenapa menyakiti diri sendiri? Kamu itu kenapa sih? Katanya jangan lupa makan Tapi makanmu sendiri kau abaikan Lama-lama aku kzl juga sama kamu! *** Di depan Lelong, Pasar Ikan. Sambil Nungguin Mama. Ahad, 08 September 2019 (dari Amma kepada Amma)

Jahat

Aku tak ingin jadi jahat Tak ingin mematahkan apalagi menghancurkan Tolong, kamu berhenti di situ saja Kalau kamu mendekat, bisa bisa aku jadi nekat Aku tak ingin jadi jahat Tak ingin kamu kecewa apalagi jatuh sakit Tolong, tak bisakah kita biasa saja Biar kita lebih leluasa Aku tak ingin jadi jahat Tak ingin ada luka apalagi jadi duka Tolong, jangan minta aku berpuisi lagi Sebab, barangkali puisiku hanya ilusi Aku tak ingin jadi jahat Sebab aku juga pernah patah Bahkan hancur berkali-kali Rasanya biar aku saja yang cicipi Aku tahu kamu baik, Tapi semakin kamu mendekat Semakin hatiku menjadi takut Jadi bisakah kita berjarak? Aku pamit, permisi Kamu tolong jaga diri Dan jangan sakit lagi Maaf, aku terlanjur jadi jahat.  Maros,  07 September 2019

Sudah September!

Gud mowning my blog!  Sudah September, katanya ini bulan ceria. Agustus kemarin banyak cerita. Aku menangis berkali-kali. Di atas sajadah, di musholah kampus, di atas motor, di dalam kamar,  di dalam hati, di ruang keluarga, di dalam wc. Pokoknya berkali-kali. Tapi bukan itu yang ingin kusampaikan. Foto-foto di galeriku banyak sekali. Wajahku cantik, dipoles-dilukis. Bekas luka di bawah mata jadi tak nampak. Pokoknya, aku bahagia. Terbayar sudah rasa B aja saat ujian meja dan yudisium. Mendadak,  aku jadi punya banyak boneka.  Sudah September, katanya ini bulan ceria. Tapi kemarin aku sakit. Magku kambuh tengah malam, seperti biasa. Dengan gejala yang sudah hapal betul tapi masih juga kewalahan. Demam-Meriang-Mual-Muntah-Diare. Capek juga bolak-balik wc wkwkwk. Sampai sekarang perutku masih alay, susah diajak kompromi. Tapi tak apa,  yang penting aku kuat. Eh, maksudku yang penting Allah kuatkan. Hehehe. Sudah September, katanya ini bulan ...