Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Catatan terakhir...

Twenty Eight

Pelajaran di usia dua puluh delapan tahun: Ayo kita cintai dan maafkan diri kita sendiri. Maafkan juga kesalahan orang lain, bukan karena kita pantas disakiti, tapi demi kelegaan dan ketenangan diri sendiri. Sadari bahwa kita hanya manusia. Aku, kamu, dia, mereka, semua berpotensi berbuat salah dan membuat kecewa. Kita bukan malaikat. Itulah kenapa Allah memberikan kita hati, akal, dan pikiran. Kita diberi pilihan mau memaafkan, mau mengikhlaskan, mau menerima dengan lapang, atau mau memelihara dendam dan kebencian. Kita diberi pilihan mau menjalani hidup dengan bahagia dan tenang atau membuang-buang waktu dengan penyesalan yang tidak ada habisnya.  Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Terima kasih ya Amma, sudah bertahan sejauh ini. Tenang saja, ada Allah kok. Jangan putus doa-doa baiknya. Gak akan rugi, insyaa Allah.  Untuk semua hal yang tidak kamu adukan pada ayah, tidak pula kamu tangisi di makam ibu, dan hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada adikmu, aku cuma mau bilang...

Jeda

Adakah yang lebih menyebalkan dari bara yang mencipta dingin berkepanjangan? Yang beterbangan menghantui ingatan. Atau yang tertahan namun menyiksa. Karena terkadang apa yang tersemat itu menyesakkan. -Am- Maros, 30 April 2015

Masih Tentang Perempuan

Belajar Dari R.A Kartini Hai hai... Assalamu'alaikum. Sebagai pembuka, ada kekata yang terlebih dulu ingin kuutarakan. "Aku rindu... ah, tidak. Bukan aku, tapi jemariku, hatiku juga -mungkin- mungkin juga... ugh! intinya aku rindu... menarikan jemari di atas keyboard  laptopku. "   Keping kenangan dari SDN 24 Parepare :') Hancurnya tulisanku -_- Perempuan-Perempuan Perkasa * entah siapa nama penulisnya, tidak ada yang tercantum di secarik kertas itu* Perempuan-perempuan pembaca di pagi buta dari manakah mereka? Ke stasiun kereta datang di bukit-bukit desa Sebelum peluit kereta pagi terjaga  Sebelum hari bermula ke pesta kerja Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta, dari manakah mereka? Dari atas roda-roda baja mereka berkendang Mereka berlomba dengan surya ke gerbang kota Merebuk hidup di pasar-pasar kota Perempuan-perempuan ini, yang membawa bakul di pagi buta siapakah mereka? Mereka adalah...