Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Catatan terakhir...

Blessed August

A kindly reminder for my self Entah pernah baca ini dimana, katanya rumus kehidupan sebagai seorang hamba adalah doa, ikhtiar, dan tawakal. Karena ikhtiar tanpa doa itu sombong, dan doa tanpa ikhtiar itu sama saja bohong. Lalu, setelah berikhtiar dan berdoa, biar Allah yang menetapkan hasil terbaiknya. Itulah bentuk tawakal. Tapi, ada satu hal yang harus berjalan beriringan dengan doa, ikhtiar, dan tawakal, yaitu sangka baik... yang muaranya takkan jauh-jauh dari syukur ataupun sabar, dan tidak ada kerugian di antara keduanya. Kalau bersyukur, Allah tambah nikmatmu, kalau bersabar kamu mendapat pahala, dan Allah bersamamu.  Berbaik sangkalah pada Allah bahwa semua ketetapan-Nya adalah yang terbaik, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.  Jangan pernah lepaskan sangka baikmu pada Allah, ya. ♥️🤗 Maros, 31 Agustus 2026 

Surat untuk Kak Iis yang jauuuh di sana

Hai kak! Di dunia lagi banyak trend baru loh.  Dulu tuh, camping, mendaki, menurutku sesuatu yg susah buat dilakuin, tapi hari-hari ini jadi sering lihat postingan orang-orang lagi hiking, wisata alam juga makin banyak yang bisa di-explore. Terus ada juga trend jogging yang saking nge-trend-nya tuh sampai ada jokinya kak. Joki strava namanya, orang lain yang lari, tapi kita yg ngeklaim dan posting pace strava-nya wkwk. Trend tiktok yang dari dulu memang sudah ada, sekarang makin banyak gayanya. Dari yang stecu-stecu, velocity, hmm apa lagi di', banyak dek pokoknya. Kayaknya tiap bulan tuh, adaaa aja trend tiktokan baru. Terus ini yang paling canggih menurutku kak, AI. Dibaca ei-ai. Semacam google tapi dia lebih hebat, bahkan bisa visualisasikan gambar dan video cuma dari deksripsi yang kita ketik. Agak ngeri dikit sih yah kalau di tangan orang yang salah. Di IG ku juga sering muncul isu-isu mental health, makin banyak orang yang aware. Terus, kalau dulu kita cuma tahu empat jenis k...

Another Grief Journey

Tidak pernah kusangka kalau aku akan menulis grief journey lagi secepat ini. Perjalanan ditinggal mama belum sembuh, lalu aku harus mengalami kehilangan sekali lagi. Nenekku yang kusayang, yang membesarkanku sejak kecil, rumah tempat pulangku, sekali lagi  harus kulepas dengan ikhlas. Parepare, 27 Juni 2025, di rumah sakit tempat lahirku, aku menangis ditinggal nenekku lebih dulu. Tidak pernah ada yang bilang kalau fase berduka itu panjang dan melelahkan. Tidak pernah ada yang bilang bahwa pengalaman berduka itu tidak mengurangi sedikitpun sakit di fase berduka selanjutnya.  Nyatanya, dari satu kehilangan ke kehilangan lainnya hanya akan menambah dalam lubang besar di hati. Satu-satunya obat yang bisa jadi penawar adalah kesadaran bahwa dunia memang tempat yang sementara. Sebesar apapun cinta yang kita miliki, sekuat apapun kita menggenggam, sebanyak apapun harta yang bisa dipertaruhkan, kalau Allah bilang waktunya pulang, maka terjadilah. Tanpa pertolongan Allah, kita tidak b...