Pelajaran di usia dua puluh delapan tahun: Ayo kita cintai dan maafkan diri kita sendiri. Maafkan juga kesalahan orang lain, bukan karena kita pantas disakiti, tapi demi kelegaan dan ketenangan diri sendiri. Sadari bahwa kita hanya manusia. Aku, kamu, dia, mereka, semua berpotensi berbuat salah dan membuat kecewa. Kita bukan malaikat. Itulah kenapa Allah memberikan kita hati, akal, dan pikiran. Kita diberi pilihan mau memaafkan, mau mengikhlaskan, mau menerima dengan lapang, atau mau memelihara dendam dan kebencian. Kita diberi pilihan mau menjalani hidup dengan bahagia dan tenang atau membuang-buang waktu dengan penyesalan yang tidak ada habisnya. Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Terima kasih ya Amma, sudah bertahan sejauh ini. Tenang saja, ada Allah kok. Jangan putus doa-doa baiknya. Gak akan rugi, insyaa Allah. Untuk semua hal yang tidak kamu adukan pada ayah, tidak pula kamu tangisi di makam ibu, dan hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada adikmu, aku cuma mau bilang...
Dear Mama dan Bapak...
Terima kasih atas segalanya. Maaf, Amma kembali mengecewakan. :')
Dear Alifku...
Terima kasih sudah merahasiakan tangisku dari siapapun, dek. Terima kasih atas segala ocehanmu ketika kakak lagi-lagi terlambat pulang. Nanti kita beli es krim lagi, yah :)
Dear, Lia...
Haruskah kuucapkan terima kasih pula? Atas segala perjuangan kita bersama, tentang Ripnas, Smention, dan tentu saja Nugget Sikaporo kita. Terima Kasih :) Perjalanan kita masih panjang untuk menuju kesuksesan. Go Ahead! Action and Do It! Say goodbye to delay virus! We are young, we are success! ^_^ Oh iya, tantemu masih marahkah? :(
Dear Ma'am Andi
Terima kasih atas bimbingan ma'am selama pembuatan nugget sikaporonya. Atas pintu rumah ma'am yang selalu terbuka lebar, atas segala saran dan bentuk perhatian ma'am. Atas canda tawa bersama adik-adik. :)
Dear Bu Nurma...
Terima kasih atas pengorbanan ta' demi meredam rasa kecewa yang bercokol di dadaku. :)
Dear Pak Arham dan Pak Kamal...
Terima kasih untuk pintu rumah ta' yang selalu terbuka lebar dan segala saran juga petunjuk ta'. :)
Dear Bu Ocha dan Kak Anna...
Maaf karena selalu merepotkan dan menunda jam pulang ta'. :)
Dear Ulil...
Terima kasih sudah berkenan menjadi camerawoman dadakan. Sering-sering menginap di rumahku, nah :) Temani saya yang pem-begadang ini -,- Oh iya, apa kata tante dan nenekmu? Saya takut kau terkena marah seperti Lia, Mereka tidak marah, kan? :(
Dear Kak Alif...
Maaf karena tidak menepati janji ka'. :(Maaf juga, tidak jadi mengharumkan nama Maros dan membawa nama FLP Camar. Terima kasih atas dukungan ta', semoga sukses di Pinrang :)
Mianhae, gomawo :')
Dear Keluarga Besar Smention 2015...
Terima kasih untuk kebijakan panitia yang telah memberikan kesempatan kedua...
Sejujurnya, betapa saya ingin ada di antara kalian. Ikut memeriahkan babak final kompetisi ini.
Betapa saya ingin bertegur sapa dengan teman-teman finalis.
Betapa saya ingin mempresentasikan naskahku secara langsung di hadapan kalian. Menjawab pertanyaan juri.
Bukan sekadar memandang dari balik layar ponsel. Menanti updatean terbaru dari panitia. Dan mengelus dada, menghalau kesedihan.
Dear Sahabat Riset Pelajar...
Kalian hebat. Meraba dari judul naskah kalian, nyaliku menciut.
Bagaimana Pinrang? Potensi Lokalnya membuncah, kan?
Oh iya, aku tinggal di Maros, beberapa dari kalian mungkin melewatinya untuk menuju ke Pinrang. Hihi...
Para panitia yang bersahabat, kalian juga menjadi satu alasan kekecewaanku tak masuk final Ripnas Pelajar, atas segala penjelasan dan keramahan kalian. :)
And the last, Dear The Winner...
Congratulations....
Meski kita tak sempat bersua: Kalian Hebat!
Semoga akan tiba masanya kita dipertemukan dalam kebaikan. :)
Salam Generasi Muda! :)
Titip Salam Untuk Bogor dan Pinrang :)
Maros, 010315
Komentar
Posting Komentar