Langsung ke konten utama

Postingan

Catatan terakhir...

Twenty Eight

Pelajaran di usia dua puluh delapan tahun: Ayo kita cintai dan maafkan diri kita sendiri. Maafkan juga kesalahan orang lain, bukan karena kita pantas disakiti, tapi demi kelegaan dan ketenangan diri sendiri. Sadari bahwa kita hanya manusia. Aku, kamu, dia, mereka, semua berpotensi berbuat salah dan membuat kecewa. Kita bukan malaikat. Itulah kenapa Allah memberikan kita hati, akal, dan pikiran. Kita diberi pilihan mau memaafkan, mau mengikhlaskan, mau menerima dengan lapang, atau mau memelihara dendam dan kebencian. Kita diberi pilihan mau menjalani hidup dengan bahagia dan tenang atau membuang-buang waktu dengan penyesalan yang tidak ada habisnya.  Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Terima kasih ya Amma, sudah bertahan sejauh ini. Tenang saja, ada Allah kok. Jangan putus doa-doa baiknya. Gak akan rugi, insyaa Allah.  Untuk semua hal yang tidak kamu adukan pada ayah, tidak pula kamu tangisi di makam ibu, dan hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada adikmu, aku cuma mau bilang...
Postingan terbaru

Geunyang Badadeuryeora~

"Terimalah saja semuanya. Mau itu uang, kehormatan, atau hatiku"—Lee Wan, Ian Daegun Chaga.  Aaaa, akhirnya ada dialog yang bisa menggantikan kepercayaanku tentang  perkataan Shin Woo Hyun . Hihi^^ Notes hapeku, 17 Mei 2026 baru diposting setelah rewatch Perfect Crown :D

:")

Rabbi... atur aja gimana baiknya :')  Ada banget sedihnya, ada juga senangnya. Ada takutnya, tapi ada juga harapannya.  Berikan yang terbaik menurut ta' untuk semua Yaa Allah.  Hasbiyallahu wani'mal wakiil. Ni'mal mawla wanni'mannashir. La hawla wa la quwwata illa billah.  Maros, 13 Mei 2026. 

@ammasyam_

@ammasyam_ Akun Instagramku kehapus, hiksss 😭😭 Let me say good bye to my Instagram account @ammasyam_ Huuffftttt Aku lagi shift pagi di tanggal merah hari jumat, dan kondisi IGD sangat hectic, pasien terus berdatangan, mayoritas anak-anak yang sulit dipasang infus. Lalu setelah itu ada pasien gawat dengan kondisi kesadaran menurun. Aku melihat dari balik loket apotek ketegangan yang berubah jadi isak tangis saat qadarullah pasien gawat tersebut dinyatakan meninggal dunia.  Ada perasaan perih yang bercampur aduk mendengar suara tangis itu. Sementara resep pasien rawat inap masih terus masuk di aplikasi SIMRS dan pelayanan harus tetap berjalan. Di sela waktu sebelum sholat Dzuhur aku menyempatkan diri membuka hape, dan tada... ada notif dari Instagram kalau akunku ditangguhkan. Karena sedang hectic, kuabaikanlah notif itu. Nanti saja di rumah.  Diperjalanan pulang, aku melipir ke minimarket, dan saat mau keluar aku baru sadar kalau di luar sedang hujan deras. ...

Berlepas Diri..

Yaa Allah… Aku berlepas diri dari pengharapanku pada manusia. Dari rasa yang kadang terlalu mudah bergantung,dari hati yang sering mencari kepastian di tempat yang tidak pasti. Aku sadar, tidak semua yang aku inginkan adalah yang terbaik menurut-Mu. Dan tidak semua yang terasa dekat, memang ditakdirkan untuk menetap. Yaa Allah… Ajari aku untuk menggantungkan harap hanya kepada-Mu. Agar aku tidak lagi mudah goyah oleh keadaan, dan tidak terlalu kecewa oleh hal-hal yang di luar kendaliku. Tenangkan hatiku dalam setiap prosesnya. Cukupkan aku dengan ketetapan-Mu, dan mudahkan aku untuk menerima apa pun yang Engkau pilihkan. Jika ada yang datang dalam hidupku, biarlah itu menjadi kebaikan yang mendekatkan aku kepada-Mu. Dan jika ada yang pergi, biarlah itu menjadi cara-Mu menjaga aku dari yang tidak baik. Yaa Allah… Cukupkan hatiku dengan rasa yang tenang, dan arahkan langkahku pada jalan yang Engkau ridhoi. Datangkanlah kebaikan dalam hidupku, yang hadir bersama kebaikan-kebaikan lainnya....

Semua Ada Waktunya

Untuk setiap bahagia yang hadir tanpa diduga… semoga Allah menjadikannya pengingat bahwa doa-doa kita selalu didengar. Untuk setiap senyum yang kembali merekah... semoga Allah menjadikannya tanda bahwa hati ini sedang dipulihkan. Untuk setiap langkah yang terasa lebih ringan… semoga Allah menjaganya agar tetap berada di jalan yang baik. Untuk setiap rasa cukup yang perlahan tumbuh… semoga Allah melapangkan hati untuk terus bersyukur. Untuk setiap hari yang terasa lebih tenang… semoga Allah menguatkan kita agar tidak lupa dari mana kita pernah bertahan. Untuk setiap tawa yang kembali terdengar… semoga Allah menjadikannya saksi bahwa hati ini pernah kuat melewati duka. Untuk setiap perasaan lega yang hadir perlahan… semoga Allah menetapkannya sebagai ketenangan yang tak mudah hilang. Untuk setiap doa yang diam-diam terkabul… semoga Allah menjaga hati kita agar tetap tenang dan penuh syukur. Untuk setiap hal kecil yang kini terasa berarti… semoga Allah menjadikannya cukup untuk membahagia...