Langsung ke konten utama

Postingan

Catatan terakhir...

Litaskunu ilaiha...

Agar kamu merasa tenang kepadanya. (Q.S Ar Rum:21)
Postingan terbaru

Berlepas Diri..

Yaa Allah… Aku berlepas diri dari pengharapanku pada manusia. Dari rasa yang kadang terlalu mudah bergantung,dari hati yang sering mencari kepastian di tempat yang tidak pasti. Aku sadar, tidak semua yang aku inginkan adalah yang terbaik menurut-Mu. Dan tidak semua yang terasa dekat, memang ditakdirkan untuk menetap. Yaa Allah… Ajari aku untuk menggantungkan harap hanya kepada-Mu. Agar aku tidak lagi mudah goyah oleh keadaan, dan tidak terlalu kecewa oleh hal-hal yang di luar kendaliku. Tenangkan hatiku dalam setiap prosesnya. Cukupkan aku dengan ketetapan-Mu, dan kuatkan aku untuk menerima apa pun yang Engkau pilihkan. Jika ada yang datang dalam hidupku, biarlah itu menjadi kebaikan yang mendekatkan aku kepada-Mu. Dan jika ada yang pergi, biarlah itu menjadi cara-Mu menjaga aku dari yang tidak baik. Yaa Allah… Cukupkan hatiku dengan rasa yang tenang, dan arahkan langkahku pada jalan yang Engkau ridhoi. Datangkanlah kebaikan dalam hidupku, yang hadir bersama kebaikan-kebaikan lainnya....

Semua Ada Waktunya

Untuk setiap bahagia yang hadir tanpa diduga… semoga Allah menjadikannya pengingat bahwa doa-doa kita selalu didengar. Untuk setiap senyum yang kembali merekah... semoga Allah menjadikannya tanda bahwa hati ini sedang dipulihkan. Untuk setiap langkah yang terasa lebih ringan… semoga Allah menjaganya agar tetap berada di jalan yang baik. Untuk setiap rasa cukup yang perlahan tumbuh… semoga Allah melapangkan hati untuk terus bersyukur. Untuk setiap hari yang terasa lebih tenang… semoga Allah menguatkan kita agar tidak lupa dari mana kita pernah bertahan. Untuk setiap tawa yang kembali terdengar… semoga Allah menjadikannya saksi bahwa hati ini pernah kuat melewati duka. Untuk setiap perasaan lega yang hadir perlahan… semoga Allah menetapkannya sebagai ketenangan yang tak mudah hilang. Untuk setiap doa yang diam-diam terkabul… semoga Allah menjaga hati kita agar tetap tenang dan penuh syukur. Untuk setiap hal kecil yang kini terasa berarti… semoga Allah menjadikannya cukup untuk membahagia...

Tak Ada yang Sia-sia

Bismillah... Untuk setiap duka yang terasa panjang... Semoga Allah mudahkan kita melihat hikmah di baliknya.  Untuk setiap luka yang diam-diam terasa… semoga Allah menjadikannya penggugur dosa.  Untuk setiap sedih yang singgah tanpa diminta... semoga Allah menghitungnya sebagai doa yang tak sempat terucap. Untuk setiap tangis yang jatuh dalam sepi… semoga Allah menyimpannya sebagai pahala yang tak terlihat. Untuk setiap hati yang pernah terasa berat… semoga Allah menggantinya dengan ketenangan yang pelan-pelan datang. Untuk setiap langkah yang tertatih menahan perih… semoga Allah menjadikannya jalan pulang menuju hati yang lebih kuat. Untuk setiap hari yang dilewati dengan tabah… semoga Allah menghadirkan hari di mana kita tersenyum sambil berkata, “Terima kasih Yaa Allah... Ternyata aku bisa melewati semuanya.” ✨ Catatan 07 Ramadhan 1447H Maros, 25 Februari 2026

Bagaimana ini (2)

123 hari sejak nenek berpulang, dan aku masih sering menangis. Di pagi dan siang hari saat aku seorang diri di rumah atau malam sebelum tidur. Banyak hal yang mengingatkanku pada nenek. Ingatan tentang hari-hari terakhir beliau, kebaikan-kebaikannya sepanjang hidupku, dan ketabahannya yang ternyata jauh lebih besar dari yang kuduga. Hatiku sedih dan terenyuh di waktu yang sama.  Rasanya sesak, tetapi aku tidak punya pilihan lain selain mendoakannya.  Bagaimana ini? Aku takut rinduku, air mataku, dan perasaan sedih ini jadi menyusahkan beliau di sana. Aku bukannya tidak ikhlas. Aku hanya rindu.. Rindu yang berakhir dengan air mata dan rasa sedih. Ternyata, kehilangan karena kematian adalah luka yang akan dibawa seumur hidup. Bukan karena kita tidak ikhlas, tetapi karena kesadaran bahwa kita tidak akan bertemu lagi di dunia ini. Bahwa kita tidak bisa memeluknya lebih lama. Bahwa kita mulai lupa aroma tubuhnya. Luka itu besar dan menganga, namun tidak terlihat. Entah seratus, ser...

Bagaimana ini?

Sampai hari ini aku masih menangis setiap ingat nenek. Aku rinduuuuuu sekaliiii. Seperti rinduku pada mama.  Serindu itu aku dengan senyumannya, dengan kebaikannya, dengan suaranya.  Bagaimana ini? Kukira rasanya tidak akan sesakit ini. Kukira tangisku tidak akan sesering ini. Ternyata aku belum bisa melewati duka dengan cepat.  Di siang hari aku menangisi nenekku. Di malam hari aku menangisi mamaku. Bukan karena tidak ikhlas, aku hanya rindu. Rindu sekaliiiii.  Entah bagaimana menjabarkan kerinduan ini. Bisakah sesekali nenek dan mama datang ke mimpiku? Aku butuh pelukan kalian. 

Surat untuk Kak Iis yang jauuuh di sana

Hai kak! Di dunia lagi banyak trend baru loh.  Dulu tuh, camping, mendaki, menurutku sesuatu yg susah buat dilakuin, tapi hari-hari ini jadi sering lihat postingan orang-orang lagi hiking, wisata alam juga makin banyak yang bisa di-explore. Terus ada juga trend jogging yang saking nge-trend-nya tuh sampai ada jokinya kak. Joki strava namanya, orang lain yang lari, tapi kita yg ngeklaim dan posting pace strava-nya wkwk. Trend tiktok yang dari dulu memang sudah ada, sekarang makin banyak gayanya. Dari yang stecu-stecu, velocity, hmm apa lagi di', banyak dek pokoknya. Kayaknya tiap bulan tuh, adaaa aja trend tiktokan baru. Terus ini yang paling canggih menurutku kak, AI. Dibaca ei-ai. Semacam google tapi dia lebih hebat, bahkan bisa visualisasikan gambar dan video cuma dari deksripsi yang kita ketik. Agak ngeri dikit sih yah kalau di tangan orang yang salah. Di IG ku juga sering muncul isu-isu mental health, makin banyak orang yang aware. Terus, kalau dulu kita cuma tahu empat jenis k...