Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Catatan terakhir...

Twenty Eight

Pelajaran di usia dua puluh delapan tahun: Ayo kita cintai dan maafkan diri kita sendiri. Maafkan juga kesalahan orang lain, bukan karena kita pantas disakiti, tapi demi kelegaan dan ketenangan diri sendiri. Sadari bahwa kita hanya manusia. Aku, kamu, dia, mereka, semua berpotensi berbuat salah dan membuat kecewa. Kita bukan malaikat. Itulah kenapa Allah memberikan kita hati, akal, dan pikiran. Kita diberi pilihan mau memaafkan, mau mengikhlaskan, mau menerima dengan lapang, atau mau memelihara dendam dan kebencian. Kita diberi pilihan mau menjalani hidup dengan bahagia dan tenang atau membuang-buang waktu dengan penyesalan yang tidak ada habisnya.  Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Terima kasih ya Amma, sudah bertahan sejauh ini. Tenang saja, ada Allah kok. Jangan putus doa-doa baiknya. Gak akan rugi, insyaa Allah.  Untuk semua hal yang tidak kamu adukan pada ayah, tidak pula kamu tangisi di makam ibu, dan hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada adikmu, aku cuma mau bilang...

Bismillah

Yaa Allah pengen berdamai aja dengan semua luka-luka masa laluku. Aku sayang bapak dan mamaku. Biarlah lukaku dahulu menjadi  pelajaran agar aku tak mengulangi kesalahan yang sama. Yaa Allah insyaa Allah aku ridho, aku ikhlas, aku memaafkan kekhilafan dan jika ada kesalahan mereka. Tolong sayangi kedua orang tuaku. Bahagiakanlah mereka selalu. Sayangi dan lindungi mamaku di dalam kuburnya. Sayangi dan lindungi selalu bapakku, sehatkanlah beliau Yaa Allah. Angkatlah penyakitnya, sembuhkanlah beliau. Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil, ni'mal maula wa ni'mannashir.  Rabbighfirli wali wali dayya warhamhuma kama Robbayani shogiro.