Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Catatan terakhir...

Twenty Eight

Pelajaran di usia dua puluh delapan tahun: Ayo kita cintai dan maafkan diri kita sendiri. Maafkan juga kesalahan orang lain, bukan karena kita pantas disakiti, tapi demi kelegaan dan ketenangan diri sendiri. Sadari bahwa kita hanya manusia. Aku, kamu, dia, mereka, semua berpotensi berbuat salah dan membuat kecewa. Kita bukan malaikat. Itulah kenapa Allah memberikan kita hati, akal, dan pikiran. Kita diberi pilihan mau memaafkan, mau mengikhlaskan, mau menerima dengan lapang, atau mau memelihara dendam dan kebencian. Kita diberi pilihan mau menjalani hidup dengan bahagia dan tenang atau membuang-buang waktu dengan penyesalan yang tidak ada habisnya.  Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Terima kasih ya Amma, sudah bertahan sejauh ini. Tenang saja, ada Allah kok. Jangan putus doa-doa baiknya. Gak akan rugi, insyaa Allah.  Untuk semua hal yang tidak kamu adukan pada ayah, tidak pula kamu tangisi di makam ibu, dan hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada adikmu, aku cuma mau bilang...

I'm back to december

Dan bulanpun berganti. Hujan di november sama sekali tak kucicipi nikmatnya. Benar-benar terabai. Beruntung desember ini masih sempat kurasakan rinai hujan di atas motor. * Setahun lalu, hujan yang mengguyur membangkitkan semangat, agar segera kutancap gas menuju tujuan. Desember kali ini, lajuku benar-benar lambat, kuyup tanpa mantel. * Ternyata memang berbeda. Hujan-hujanan tahun lalu ditemani froggy, kali ini si-merah, yang belum kunamai. Berbicara tentang froggy, sekarang kau dimana? Bagaimana keadaanmu. Semoga penggantiku lebih baik dan pandai merawatmu. * Si penjaga kantor pos, kakak itu bagaimana kabarnya yah. Kapan terakhir kali aku merepotkan dia. Rasanya, sudah hampir setahun tak kukunjungi bangunan oranye itu. * Lalu apa lagi yang bisa kujabarkan tentang desember selain hujan? Desi dan Febrian? Bahkan aku sudah lupa dengan kisah mereka. * Setidaknya ada buih-buih kerinduan akan perjuangan bersama hujan dahulu, yang sekarang padam diguyur hujan. Seharusnya kusampaik...