Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Catatan terakhir...

Twenty Eight

Pelajaran di usia dua puluh delapan tahun: Ayo kita cintai dan maafkan diri kita sendiri. Maafkan juga kesalahan orang lain, bukan karena kita pantas disakiti, tapi demi kelegaan dan ketenangan diri sendiri. Sadari bahwa kita hanya manusia. Aku, kamu, dia, mereka, semua berpotensi berbuat salah dan membuat kecewa. Kita bukan malaikat. Itulah kenapa Allah memberikan kita hati, akal, dan pikiran. Kita diberi pilihan mau memaafkan, mau mengikhlaskan, mau menerima dengan lapang, atau mau memelihara dendam dan kebencian. Kita diberi pilihan mau menjalani hidup dengan bahagia dan tenang atau membuang-buang waktu dengan penyesalan yang tidak ada habisnya.  Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Terima kasih ya Amma, sudah bertahan sejauh ini. Tenang saja, ada Allah kok. Jangan putus doa-doa baiknya. Gak akan rugi, insyaa Allah.  Untuk semua hal yang tidak kamu adukan pada ayah, tidak pula kamu tangisi di makam ibu, dan hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada adikmu, aku cuma mau bilang...

Memoar Rasa 13 Januari (3)

Mama, mapaddi' ladde' use'ding. Jatuh se sendiri air mataku tiap kuingat waktu kita cerita berdua, membahas perihal kematian, di atas kasur kita saling menangis, memeluk. Mama usap-usap kepalaku, sambil berkata bagaimana kalau kematian memisahkan kita. Mama... Mama... Mapeddi' ladde' aroku. Rindu sekali ka' sama kita Mama. Sungguh Amma masih butuh sekali doa-doa ta. Rindu ka usapan ta' di kepalaku. Mama... kusisir sendiri mi rambutku. Rinduka disisirkan Ma, biasanya kita yang selalu sisirkan ka, bahkan saat Mama sakit keras, masih sering kita sisir rambutku. Mama... rinduka masakan ta, rinduka disuap bertiga sama adek - adekku.  Rinduka makan tengah malam, ditunggui sama Mama sampai pulang ka kerja. Rindu telpon ta minta dibelikan martabak. Yaa Allah... Mama... bagaimana mi Amma... Mama...  Rinduku mau ganggu-ganggui ki eh. Rinduka kasih ketawa ki pas lagi marah ki. Rinduka mau dipeluk sama kita. Rinduka deh Ma, mauka pelukki seperti biasa di tempat tidu...