A kindly reminder for my self Entah pernah baca ini dimana, katanya rumus kehidupan sebagai seorang hamba adalah doa, ikhtiar, dan tawakal. Karena ikhtiar tanpa doa itu sombong, dan doa tanpa ikhtiar itu sama saja bohong. Lalu, setelah berikhtiar dan berdoa, biar Allah yang menetapkan hasil terbaiknya. Itulah bentuk tawakal. Tapi, ada satu hal yang harus berjalan beriringan dengan doa, ikhtiar, dan tawakal, yaitu sangka baik... yang muaranya takkan jauh-jauh dari syukur ataupun sabar, dan tidak ada kerugian di antara keduanya. Kalau bersyukur, Allah tambah nikmatmu, kalau bersabar kamu mendapat pahala, dan Allah bersamamu. Berbaik sangkalah pada Allah bahwa semua ketetapan-Nya adalah yang terbaik, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Jangan pernah lepaskan sangka baikmu pada Allah, ya. ♥️🤗 Maros, 31 Agustus 2026
Sumber Gambar Aku tak pernah tahu apa yang telah menggerakkan hatiku untuk selalu menaruh minat di setiap laga sepak bola yang di dalamnya terdapat orang-orang pilihan, orang-orang terpilih dari bilik Indonesia. Aku bukanlah seorang fanatik si bulat itu. Bukan penggemar MU, Chelsea, Barcelona, atau apapun itu. Pula aku bukanlah seorang yang mencinta dunia olahraga. Tapi sepertiya hatiku memang sudah terpaut dengan Timnas Indonesia. Seperti yang berlangsung beberapa waktu lalu. Ah, aku menyesal tak menyaksikannya sejak babak awal. Tapi beruntung, dari depan layar tivi, aku masih bisa menyaksikan gol indah penuh perjuangan. Ya, setidaknya satu gol itu meneduhkan hati yang merutuk saat menyaksikan Indonesia vs. Thailand, kemarin. Aku bukanlah orang yang mencinta dunia olahraga. Ya, tadi sudah kukatakan. Tapi hatiku bersorak sorai tiap menyaksikan mereka yang dengan bangga dan penuh perjuangan mempertaruhkan nama Indonesia. Mereka berjuang. Inga...