Bismillah... Untuk setiap duka yang terasa panjang... Semoga Allah mudahkan kita melihat hikmah di baliknya. Untuk setiap luka yang diam-diam terasa… semoga Allah menjadikannya penggugur dosa. Untuk setiap sedih yang singgah tanpa diminta... semoga Allah menghitungnya sebagai doa yang tak sempat terucap. Untuk setiap tangis yang jatuh dalam sepi… semoga Allah menyimpannya sebagai pahala yang tak terlihat. Untuk setiap hati yang pernah terasa berat… semoga Allah menggantinya dengan ketenangan yang pelan-pelan datang. Untuk setiap langkah yang tertatih menahan perih… semoga Allah menjadikannya jalan pulang menuju hati yang lebih kuat. Untuk setiap hari yang dilewati dengan tabah… semoga Allah menghadirkan hari di mana kita tersenyum sambil berkata, “Terima kasih Yaa Allah... Ternyata aku bisa melewati semuanya.” ✨ Catatan 07 Ramadhan 1447H Maros, 25 Februari 2026
Sesuai janji, akan kembali menarikan jemari di atas keyboard lappyku setelah ujian semester. Yah, walau ujiannya sudah berakhir sejak seminggu yang lalu, hihi^^
Ada banyak kisah yang termaktub pada dua bulan penghujung semester ini. November dan Desember. Kisah manis tentang kebersamaan, lika-liku, canda-tawa, tangis, dan tentu saja perjuangan. Menggenggam harapan dan memeluk mimpi. Yah, kupeluk dan kubiarkan meresap ke dalam puing-puing memori.
Bagiku, menanam mimpi adalah hak dan kewajiban setiap orang. Giat menaburi pupuk harapan dan disirami dengan peluh perjuangan. Semakin banyak mengeluh, semakin ciut pula buah yang dipetik. Semakin semangat, semakin giat, meski persediaan harapan dan peluh semakin menipis, In shaa Allah manis pula buahnya.
Akhir November ini, adalah suatu kesyukuran memetik satu buah mimpi. Mencicipi nikmatnya harapan dan tetes-tetes perjuangan. Adalah suatu kenikmatan tersendiri mengukir senyum bangga Mama dan Bapak, rasanya begitu membuncah dan meluap-luap. Memperjuangkan jerih-payah bersama Team Panaforalis. Si produk kesehatan siswa yang aman, kreatif, dan mandiri, hahaha :D
Team Panaforalis tawwa
Biarkan saja mereka mencibir. Biarkan saja mereka memandang sebelah mata, kelak jika kakinya terbentur biar tahu rasa, huahahaha... *eh, astagfirullah. Pokoknya, perjuangan meraih juara II di Kompetisi Gasing 2014 itu, top markotop deh.
Mulai dari telepon pertama, di rabu petang. Rasanya.... gado-gado campur rujak = nano-nano. Sampai kebawa sakit -___-", Lika-liku mengumpulkan dana (read:penggalangandanabuatketangerang), dan pada akhirnya hanya mampu memberangkatkan saya dan Bu Lilis, tanpa dua pasukan Panaforalis. Lia dan Indah. :(
Tapi, adalah sebuah pengalaman yang berkesan bisa menghadiri babak final Kompetisi Gasing 2014. Bertemu para finalis yang jenius dan keren-keren (read:berartisayajugadong :D), terutama finalis Video Sains. Beughh... sampai menciut saya lihat presentasi mereka.
Dapat urutan ke-tujuh untuk presentasi, mempertahankan, dan mempertanggungjawabkan video Salep Kutu Air-nya Team Panaforalis di hadapan para juri yang hebat nan mengagumkan. Bertegur sapa dengan Prof. Yohanes Surya, dan kakak-kakak panitia yang kece badai. :D
Ketiga juri hebat dan mengagumkan
Kak Hari Jipi, Ibu Yenata F. Wijaya, dan Pak Kar Kwee
Finalis Video Sains bersama Prof. Yohanes Surya
(tinggikupemirsa X_x)
Kakak-kakak panitia yang kece badai
Dan....., jreng... jreng...
Juara I -Pasta Gigi Gajah
(Stella Maris BSD)
Juara II - Salep Kutu Air
(SMK Kesehatan Terpadu Bahagia Primanegara Maros)
Juara III - Diffraction
(Cahaya Bangsa Classical School)
Dan, pada akhirnya, mari bersama-sama memanen buah kebaikan. Memetik ranumnya mimpi-mimpi yang kita tekadkan. Bermimpi, berjuang. dan berdo'a.
Jangan pernah takut bermimpi, sebab pemimpi adalah bibit pemimpin.
Calon-calon kapten. :)
Salam hangat untuk November dan kepingan kenangan di Tangerang :)
Maros, 31122014




Banggaku ca' :')
BalasHapusSayangnya waktu iti nda sempat ki ketemu k' :'D
Hapus