Bismillah... Untuk setiap duka yang terasa panjang... Semoga Allah mudahkan kita melihat hikmah di baliknya. Untuk setiap luka yang diam-diam terasa… semoga Allah menjadikannya penggugur dosa. Untuk setiap sedih yang singgah tanpa diminta... semoga Allah menghitungnya sebagai doa yang tak sempat terucap. Untuk setiap tangis yang jatuh dalam sepi… semoga Allah menyimpannya sebagai pahala yang tak terlihat. Untuk setiap hati yang pernah terasa berat… semoga Allah menggantinya dengan ketenangan yang pelan-pelan datang. Untuk setiap langkah yang tertatih menahan perih… semoga Allah menjadikannya jalan pulang menuju hati yang lebih kuat. Untuk setiap hari yang dilewati dengan tabah… semoga Allah menghadirkan hari di mana kita tersenyum sambil berkata, “Terima kasih Yaa Allah... Ternyata aku bisa melewati semuanya.” ✨ Catatan 07 Ramadhan 1447H Maros, 25 Februari 2026
kunjungi sumber gambar Negeriku menangis lagi Ada rerintihan yang beterbangan Jejeritan menghantui Ada lika-liku semacam teka-teki yang membentang Membentuk pusaran kelam yang mencipta duka Kakiku gatal ingin melonjak Tanganku geram tak bertindak Dadaku bergejolak Perih, miris sekali Tapi aku bisa apa? Negeriku menangis lagi Menahan gelegar dingin dan perut yang meronta Tiada lagi bising mengungkung Semua bungkam, mencipta hening Bukan lelah, tapi enggan Negeriku menangis lagi Mungkin karena dosa tiada terkira Amarah mengungkung sungai dan langit Meluapkan kebencian Menumpahkan buah dendam Negeriku menangis lagi Februari kembali basah Menyayat hati Terhalau, terjaga Enggan memejam Maros, 14 Februari 2015