Bismillah... Untuk setiap duka yang terasa panjang... Semoga Allah mudahkan kita melihat hikmah di baliknya. Untuk setiap luka yang diam-diam terasa… semoga Allah menjadikannya penggugur dosa. Untuk setiap sedih yang singgah tanpa diminta... semoga Allah menghitungnya sebagai doa yang tak sempat terucap. Untuk setiap tangis yang jatuh dalam sepi… semoga Allah menyimpannya sebagai pahala yang tak terlihat. Untuk setiap hati yang pernah terasa berat… semoga Allah menggantinya dengan ketenangan yang pelan-pelan datang. Untuk setiap langkah yang tertatih menahan perih… semoga Allah menjadikannya jalan pulang menuju hati yang lebih kuat. Untuk setiap hari yang dilewati dengan tabah… semoga Allah menghadirkan hari di mana kita tersenyum sambil berkata, “Terima kasih Yaa Allah... Ternyata aku bisa melewati semuanya.” ✨ Catatan 07 Ramadhan 1447H Maros, 25 Februari 2026
Masihkah kita tega berhura-hura di tengah duka saudara kita?
Menyerbu langit dengan gempita mercun
Tak sadarkah kita bahwa penjuru langit hendak melaknat?
Atas ketamakan membakar rupiah di depan matanya
Sampai hatikah kita bersenandung, berlenggak-lenggok?
Sedang di sana saudara kita dirundung pilu dan derita
Tak tersentuhkah menatap tetes kesedihannya?
Sedikit saja, walau di balik layar kaca
Saudaraku,
Belum lagi pulih Banjarnegara
Masih tersisa pula gemetar dan cemas di Ternate
Lalu, tersentak lagi oleh hilangnya pesawat AirAsia
Dan kini, dengan bangganya ada yang menertawakan langit
Melayangkan serangan, walau berupa petasan
Meniup terompet, berpesta pora
Hei, negeri kita tengah berduka
Anak-anak menangis, menjerit
Jenazah mengapung di lautan sana
Sebagian hilang
Menyisakan tanya,
Dimanakah nuranimu?
Maros, 31122014- 23.35
Sampai hatikah kita bersenandung, berlenggak-lenggok?
Sedang di sana saudara kita dirundung pilu dan derita
Tak tersentuhkah menatap tetes kesedihannya?
Sedikit saja, walau di balik layar kaca
Saudaraku,
Belum lagi pulih Banjarnegara
Masih tersisa pula gemetar dan cemas di Ternate
Lalu, tersentak lagi oleh hilangnya pesawat AirAsia
Dan kini, dengan bangganya ada yang menertawakan langit
Melayangkan serangan, walau berupa petasan
Meniup terompet, berpesta pora
Hei, negeri kita tengah berduka
Anak-anak menangis, menjerit
Jenazah mengapung di lautan sana
Sebagian hilang
Menyisakan tanya,
Dimanakah nuranimu?
Maros, 31122014- 23.35
Komentar
Posting Komentar