A kindly reminder for my self Entah pernah baca ini dimana, katanya rumus kehidupan sebagai seorang hamba adalah doa, ikhtiar, dan tawakal. Karena ikhtiar tanpa doa itu sombong, dan doa tanpa ikhtiar itu sama saja bohong. Lalu, setelah berikhtiar dan berdoa, biar Allah yang menetapkan hasil terbaiknya. Itulah bentuk tawakal. Tapi, ada satu hal yang harus berjalan beriringan dengan doa, ikhtiar, dan tawakal, yaitu sangka baik... yang muaranya takkan jauh-jauh dari syukur ataupun sabar, dan tidak ada kerugian di antara keduanya. Kalau bersyukur, Allah tambah nikmatmu, kalau bersabar kamu mendapat pahala, dan Allah bersamamu. Berbaik sangkalah pada Allah bahwa semua ketetapan-Nya adalah yang terbaik, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Jangan pernah lepaskan sangka baikmu pada Allah, ya. ♥️🤗 Maros, 31 Agustus 2026
Masihkah kita tega berhura-hura di tengah duka saudara kita?
Menyerbu langit dengan gempita mercun
Tak sadarkah kita bahwa penjuru langit hendak melaknat?
Atas ketamakan membakar rupiah di depan matanya
Sampai hatikah kita bersenandung, berlenggak-lenggok?
Sedang di sana saudara kita dirundung pilu dan derita
Tak tersentuhkah menatap tetes kesedihannya?
Sedikit saja, walau di balik layar kaca
Saudaraku,
Belum lagi pulih Banjarnegara
Masih tersisa pula gemetar dan cemas di Ternate
Lalu, tersentak lagi oleh hilangnya pesawat AirAsia
Dan kini, dengan bangganya ada yang menertawakan langit
Melayangkan serangan, walau berupa petasan
Meniup terompet, berpesta pora
Hei, negeri kita tengah berduka
Anak-anak menangis, menjerit
Jenazah mengapung di lautan sana
Sebagian hilang
Menyisakan tanya,
Dimanakah nuranimu?
Maros, 31122014- 23.35
Sampai hatikah kita bersenandung, berlenggak-lenggok?
Sedang di sana saudara kita dirundung pilu dan derita
Tak tersentuhkah menatap tetes kesedihannya?
Sedikit saja, walau di balik layar kaca
Saudaraku,
Belum lagi pulih Banjarnegara
Masih tersisa pula gemetar dan cemas di Ternate
Lalu, tersentak lagi oleh hilangnya pesawat AirAsia
Dan kini, dengan bangganya ada yang menertawakan langit
Melayangkan serangan, walau berupa petasan
Meniup terompet, berpesta pora
Hei, negeri kita tengah berduka
Anak-anak menangis, menjerit
Jenazah mengapung di lautan sana
Sebagian hilang
Menyisakan tanya,
Dimanakah nuranimu?
Maros, 31122014- 23.35
Komentar
Posting Komentar