Langsung ke konten utama

Catatan terakhir...

Geunyang Badadeuryeora~

"Terimalah saja semuanya. Mau itu uang, kehormatan, atau hatiku"—Lee Wan, Ian Daegun Chaga.  Aaaa, akhirnya ada dialog yang bisa menggantikan kepercayaanku tentang  perkataan Shin Woo Hyun . Hihi^^ Notes hapeku, 17 Mei 2026 baru diposting setelah rewatch Perfect Crown :D

D-5 : Cita-Cita

source: iamdeewallace.com 

Waktu kecil cita-citaku ada tiga. Mau jadi guru, dokter, sama polwan. Pokoknya harus tercapai salah satunya. Beranjak SMP suka banget sama pelajaran sejarah. Hampir setiap hari ke perpustakaan untuk baca kumpulan cerpen dan buku-buku sejarah pahlawan. Lalu tiba-tiba pengen jadi sejarawan. Pernah, kira-kira kelas tujuh atau delapan, ada tugas Bahasa Indonesia, bercerita tentang idola. Temanku banyak yang mengidolakan aktor dan musisi Korea. Ada pula yang mengidolakan Rasulullah, seriusan, masyaa Allah banget dia mah. Namanya Nur. Duh, jadi ingat dia. Kutitip satu rindu untuk Nur dalam catatan ini. Sedang aku menceritakan tentang R.A Kartini di depan guruku, ya memang waktu itu sedang tidak mengidolakan siapa-siapa selain tokoh-tokoh pahlawan yang sudah kubaca kisahnya di perpus. Pokoknya kelas tujuh-delapan demam banget sama sejarah.

Naik kelas sembilan, belajar baca novel gara-gara tugas resensi Bahasa Indonesia. Belajar Nge-Blog juga di TIK. Tahu TIK kan? Teknologi Informasi dan Komunikasi. Di pelajaran ini aku exited banget pokoknya, gurunya juga keren plus asyik bangetlah untuk anak esempe seumuran aku dulu, haha. Duh, jadi inget lagi kan sama gurunya :D Masih ada satu janjiku yang belum tertunaikan *maafin yaa Kak Abhe, Amma inget kok hehe... Nah dari pelajaran TIK itu, tetiba pengen jadi anak SMK. Tetiba pengen daftar di jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) atau setidaknya RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) aja lah, soalnya di TKJ katanya jarang ada cewek yang daftar. Sejenak lupa dengan cita-cita daftar jurusan IPS di salah satu SMA ternama di Maros. Pernah kepikiran juga untuk jadi penulis, sayangnya waktu itu belum ada jurusan bahasa. Deuh, labil banget yak Amma ini :D 

Terus, terus, gimana ceritanya malah jadi anak farmasi? 

Panjang ceritanya. Tapi intinya kurang lebih seperti ini. Jadi kan ya, pas teman-temanku lagi sibuk-sibuknya daftar di SMA-SMA favorit, aku malah nungguin pendaftaran SMK dibuka. Hilang sudah minat jadi anak SMA. Pokoknya waktu itu doktrin di kepalaku adalah SMK Bisa! Hahaha.... Terus saking nyantainya, ndak daftar dimana-mana, barulah mama-bapak bertanya mau lanjut dimana. Singkat cerita, setelah tersampaikan ke mama dan bapak, mereka sih yes yes aja, meski sempat kaget di awal cerita. Beruntung, mama dan bapak sejauh ini selalu mendukung keputusanku. Bagi mereka, selagi itu baik why not. Terus bapak kasih saran, kurang lebih kayak gini, khem khem... "Kalau mau jadi anak SMK, lebih baik ambil farmasi saja, kayak tante kamu dulu. Kalau komputer, sudah banyak saingannya. Toh biar ndak kamu sekolahi bisa ji dipelajari sendiri." Lalu...

here I am as a pharmacy student

Selama sembilan tahun sekolah, tak pernah sekalipun terpikirkan untuk mengambil bidang studi sains. Pun, ketika bapak menyarankanku untuk memilih farmasi, tak pernah sekalipun terbayang bahwa ternyata di farmasi akan kupelajari yang namanya kimia, anatomi, mikrobiologi, dan segala ilmu lainnya. Benar-benar di luar dugaan. Sebuah keterkejutan yang membuatku jatuh hati dan frustasi di waktu yang sama hahaha... Tetapi, sekali lagi, qadarullah, seperti itulah ketetapannya. Tak  ada yang kebetulan bagi-Nya. 
***

Cita-citaku banyak. Banyak yang tercapai, banyak pula yang tinggal kenangan. Ada yang sedang kuperjuangkan, banyak pula yang sudah kuikhlaskan. Toh, sudah kodratnya berikhtiar, hasil akhir biar dibalas sama Allah. 

Tak banyak yang tahu berapa doa-doa yang terijabah. Betapa banyak doa-doa yang digantikan dengan yang jauh lebih baik. Pun, betapa banyak doa yang Allah simpan untuk diberikan pada waktu yang tepat. Jadi, apa sebenarnya yang harus dirisaukan dari cita-cita? 
***
Late post,
Landak Baru, 10 Desember 2018. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sehimpun Luka

Sebab pada bagian yang mana lagi akan kau tanamkan duka Sedang lahan-lahan hati disesaki luka Dan daun-daun kenangan rimbun berjatuhan Sebab pada tangkai yang mana lagi akan kau petik buah-buah ranum kebahagiaan Sedang tanahku gersang Meski hujan hilir-mudik mengguyur Sebab pada pohon yang mana lagi kau akan sembunyi Sedang jemari letih memangkas perih Dan angin sibuk meniupkan bayangmu Sebab pada akar yang mana lagi kau akan menyandung tungkai Sedang rapuhnya kian kerontang Dan aku tak lagi peduli *Maros, 190616

Surat untuk Kak Iis yang jauuuh di sana

Hai kak! Di dunia lagi banyak trend baru loh.  Dulu tuh, camping, mendaki, menurutku sesuatu yg susah buat dilakuin, tapi hari-hari ini jadi sering lihat postingan orang-orang lagi hiking, wisata alam juga makin banyak yang bisa di-explore. Terus ada juga trend jogging yang saking nge-trend-nya tuh sampai ada jokinya kak. Joki strava namanya, orang lain yang lari, tapi kita yg ngeklaim dan posting pace strava-nya wkwk. Trend tiktok yang dari dulu memang sudah ada, sekarang makin banyak gayanya. Dari yang stecu-stecu, velocity, hmm apa lagi di', banyak dek pokoknya. Kayaknya tiap bulan tuh, adaaa aja trend tiktokan baru. Terus ini yang paling canggih menurutku kak, AI. Dibaca ei-ai. Semacam google tapi dia lebih hebat, bahkan bisa visualisasikan gambar dan video cuma dari deksripsi yang kita ketik. Agak ngeri dikit sih yah kalau di tangan orang yang salah. Di IG ku juga sering muncul isu-isu mental health, makin banyak orang yang aware. Terus, kalau dulu kita cuma tahu empat jenis k...

@ammasyam_

@ammasyam_ Akun Instagramku kehapus, hiksss 😭😭 Let me say good bye to my Instagram account @ammasyam_ Huuffftttt Aku lagi shift pagi di tanggal merah hari jumat, dan kondisi IGD sangat hectic, pasien terus berdatangan, mayoritas anak-anak yang sulit dipasang infus. Lalu setelah itu ada pasien gawat dengan kondisi kesadaran menurun. Aku melihat dari balik loket apotek ketegangan yang berubah jadi isak tangis saat qadarullah pasien gawat tersebut dinyatakan meninggal dunia.  Ada perasaan perih yang bercampur aduk mendengar suara tangis itu. Sementara resep pasien rawat inap masih terus masuk di aplikasi SIMRS dan pelayanan harus tetap berjalan. Di sela waktu sebelum sholat Dzuhur aku menyempatkan diri membuka hape, dan tada... ada notif dari Instagram kalau akunku ditangguhkan. Karena sedang hectic, kuabaikanlah notif itu. Nanti saja di rumah.  Diperjalanan pulang, aku melipir ke minimarket, dan saat mau keluar aku baru sadar kalau di luar sedang hujan deras. ...