Langsung ke konten utama

Catatan terakhir...

Twenty Eight

Pelajaran di usia dua puluh delapan tahun: Ayo kita cintai dan maafkan diri kita sendiri. Maafkan juga kesalahan orang lain, bukan karena kita pantas disakiti, tapi demi kelegaan dan ketenangan diri sendiri. Sadari bahwa kita hanya manusia. Aku, kamu, dia, mereka, semua berpotensi berbuat salah dan membuat kecewa. Kita bukan malaikat. Itulah kenapa Allah memberikan kita hati, akal, dan pikiran. Kita diberi pilihan mau memaafkan, mau mengikhlaskan, mau menerima dengan lapang, atau mau memelihara dendam dan kebencian. Kita diberi pilihan mau menjalani hidup dengan bahagia dan tenang atau membuang-buang waktu dengan penyesalan yang tidak ada habisnya.  Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Terima kasih ya Amma, sudah bertahan sejauh ini. Tenang saja, ada Allah kok. Jangan putus doa-doa baiknya. Gak akan rugi, insyaa Allah.  Untuk semua hal yang tidak kamu adukan pada ayah, tidak pula kamu tangisi di makam ibu, dan hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada adikmu, aku cuma mau bilang...

D-3 : Kucing

Source : teen.co.id\
Aku tidak suka kucing. Beberapa kali aku harus menahan malu karena ulahnya yang entah cari perhatian atau memang butuh kasih sayang. Seekor kucing pernah masuk ke kelasku, aku ingat betul kejadiaanya. Pelajaran matematika dengan kelas yang sedang wangi-wanginya karena kami baru saja selesai jumat bersih. Aku yang paling pertama menyadari dan mengawasi gerak-gerik si kucing dengan penuh perasaan was-was, meski tetap jaga sikap karena kami sedang diberi soal latihan. Dan kucing itu seenak jidatnya melompat ke atas mejaku. Terkejut? Tentu saja. Seakan mengalahkan kecepatan cahaya, dengan sigap aku beranjak meninggalkan tempat dudukku. Tak lupa dengan jeritan ketakutan dan yaah, kehebohanpun terjadi. Teman-teman dan bu guru terkejut. Anehnya mereka malah tertawa ketika aku dengan bodohnya masih sibuk mengatur nafas. Beberapa teman, meski susah payah menahan tawanya datang merangkul dan menenangkanku. Sementara teman lainnya, sambil memegang perutnya ia mengusir si kucing. 

Masih seputar masa SMPku, pernah, ketika sedang bertamu di rumah Ayu, aku kembali dibuat malu oleh kucing peliharaannya. Tidak, lebih tepatnya, aku lagi-lagi mempermalukan diriku sendiri dengan keterkejutan yang sama karena dilompati kucing. Dan dengan tidak anggunnya naik ke atas kursi, berdiri pula. -_-

Aku pernah dilompati Muezza, kucing peliharaan kak Muli, ketika dengan jahilnya teman-temanku melempar bola mainannya ke arahku. Aku pernah berlari mengelilingi lapangan perkemahan hanya karena temanku lagi-lagi menjahiliku dan mengejarku dengan anak kucing di tangannya. Dan masih banyak kejadian lain yang seharusnya bisa saja tidak terjadi andai aku suka kucing.

Aku tidak suka kucing dan juga anak kucing yang suka mengikutiku kemana-mana. Aku tidak suka kucing sejak aku masih kecil, sejak masih di bangku sekolah dasar hingga sekarang. Dia ada di seminar-seminar bahkan di depan pintu kosku. Mengeong dan membuatku merinding ketakutan, bahkan terlambat ke kampus. Aku tidak suka kucing. Kenapa selalu meminta lebih ketika sekali dua kali diberi makan karena rasa iba. Dan aku tidak suka, kenapa aku harus tidak suka kucing ketika Rasulullah begitu menyayanginya? Ketika teman-temanku dengan entengnya mengusap lembut punggungnya. Ketika di sekret Gamais, bahkan ada kucing yang menjadi primadona dan rebutan teman-temanku. Mengapa aku harus tidak suka? Kenapa aku harus tidak suka kucing sedangkan sahabat-sahabatku, bahkan murabbiyahku menjadikan kucing seperti saudaranya sendiri.

Aku tidak suka kucing, apa itu sebuah kejahatan?
Aku takut kucing, bagaimana mengenyahkan ketakutan itu? 
Aku tidak suka kucing, tapi aku tak membencinya.

***

Makassar, 08 Agustus 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sehimpun Luka

Sebab pada bagian yang mana lagi akan kau tanamkan duka Sedang lahan-lahan hati disesaki luka Dan daun-daun kenangan rimbun berjatuhan Sebab pada tangkai yang mana lagi akan kau petik buah-buah ranum kebahagiaan Sedang tanahku gersang Meski hujan hilir-mudik mengguyur Sebab pada pohon yang mana lagi kau akan sembunyi Sedang jemari letih memangkas perih Dan angin sibuk meniupkan bayangmu Sebab pada akar yang mana lagi kau akan menyandung tungkai Sedang rapuhnya kian kerontang Dan aku tak lagi peduli *Maros, 190616

@ammasyam_

@ammasyam_ Akun Instagramku kehapus, hiksss 😭😭 Let me say good bye to my Instagram account @ammasyam_ Huuffftttt Aku lagi shift pagi di tanggal merah hari jumat, dan kondisi IGD sangat hectic, pasien terus berdatangan, mayoritas anak-anak yang sulit dipasang infus. Lalu setelah itu ada pasien gawat dengan kondisi kesadaran menurun. Aku melihat dari balik loket apotek ketegangan yang berubah jadi isak tangis saat qadarullah pasien gawat tersebut dinyatakan meninggal dunia.  Ada perasaan perih yang bercampur aduk mendengar suara tangis itu. Sementara resep pasien rawat inap masih terus masuk di aplikasi SIMRS dan pelayanan harus tetap berjalan. Di sela waktu sebelum sholat Dzuhur aku menyempatkan diri membuka hape, dan tada... ada notif dari Instagram kalau akunku ditangguhkan. Karena sedang hectic, kuabaikanlah notif itu. Nanti saja di rumah.  Diperjalanan pulang, aku melipir ke minimarket, dan saat mau keluar aku baru sadar kalau di luar sedang hujan deras. ...

Surat untuk Kak Iis yang jauuuh di sana

Hai kak! Di dunia lagi banyak trend baru loh.  Dulu tuh, camping, mendaki, menurutku sesuatu yg susah buat dilakuin, tapi hari-hari ini jadi sering lihat postingan orang-orang lagi hiking, wisata alam juga makin banyak yang bisa di-explore. Terus ada juga trend jogging yang saking nge-trend-nya tuh sampai ada jokinya kak. Joki strava namanya, orang lain yang lari, tapi kita yg ngeklaim dan posting pace strava-nya wkwk. Trend tiktok yang dari dulu memang sudah ada, sekarang makin banyak gayanya. Dari yang stecu-stecu, velocity, hmm apa lagi di', banyak dek pokoknya. Kayaknya tiap bulan tuh, adaaa aja trend tiktokan baru. Terus ini yang paling canggih menurutku kak, AI. Dibaca ei-ai. Semacam google tapi dia lebih hebat, bahkan bisa visualisasikan gambar dan video cuma dari deksripsi yang kita ketik. Agak ngeri dikit sih yah kalau di tangan orang yang salah. Di IG ku juga sering muncul isu-isu mental health, makin banyak orang yang aware. Terus, kalau dulu kita cuma tahu empat jenis k...