A kindly reminder for my self Entah pernah baca ini dimana, katanya rumus kehidupan sebagai seorang hamba adalah doa, ikhtiar, dan tawakal. Karena ikhtiar tanpa doa itu sombong, dan doa tanpa ikhtiar itu sama saja bohong. Lalu, setelah berikhtiar dan berdoa, biar Allah yang menetapkan hasil terbaiknya. Itulah bentuk tawakal. Tapi, ada satu hal yang harus berjalan beriringan dengan doa, ikhtiar, dan tawakal, yaitu sangka baik... yang muaranya takkan jauh-jauh dari syukur ataupun sabar, dan tidak ada kerugian di antara keduanya. Kalau bersyukur, Allah tambah nikmatmu, kalau bersabar kamu mendapat pahala, dan Allah bersamamu. Berbaik sangkalah pada Allah bahwa semua ketetapan-Nya adalah yang terbaik, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Jangan pernah lepaskan sangka baikmu pada Allah, ya. ♥️🤗 Maros, 31 Agustus 2026
TELAH...
Telah aku dapati diriku sebagai pembaca setia tulisan-tulisan yang penuh ketidaksetiaan. Telah aku dapati diriku sebagai penikmat rasa tulisan-tulisan yang hambar.
Sebab itulah pikiranku tak lebih kusut dari benang-benang kehidupan, yang katanya sedikit-banyak atau banyak kali, kehilangan kejujuran.
posted on Jul 2 (hal 42)
Ada satu buku yang hingga hari ini belum mampu kutuntaskan. Sebuah buku bersampul biru, yang menatapnya saja mampu membuat hatiku menghangat sendu. Buku yang ingin kuucapkan terima kasih banyak kepada editornya karena telah berbaik hati merampungkan dan menyusun buku ini. Buku yang hampir setahun kunanti. Buku yang jemariku berhenti pada halaman ke tujuh puluh tujuh dan sulit rasanya membuka lebih jauh. Sebuah bab baru, January - May 2017.
Pada hari ini, aku terjebak dalam pikiranku yang tak lebih kusut dari bayang-bayang kenangan, meski sebelumnya aku telah berjanji untuk berdamai. Mungkin mudah saja menamatkannya, toh, ini hanya kumpulan tulisan tumblr yang dibukukan. Lagipula aku juga sudah membaca beberapa tulisan ini, sebelum tumblr tidak diizinkan lagi di Indonesia. Hari ini, ketika lagi-lagi kutatap buku biru itu di antara deretan buku-buku farmasiku, kuputuskan untuk mengkhatamkannya. Menuntaskan rindu, dan sedikit kesedihan yang tertinggal. Meski mungkin akan ada air mata dan sedikit sesak yang tersisa.
Ya, buku biru itu, berjudul Catatan Gadiis Langit.
Ya, buku biru itu, berjudul Catatan Gadiis Langit.
***
Landak Baru, 07 Desember 2018
Komentar
Posting Komentar