Langsung ke konten utama

Catatan terakhir...

:")

Rabbi... atur aja gimana baiknya :')  Ada banget sedihnya, ada juga senangnya. Ada takutnya, tapi ada juga harapannya.  Berikan yang terbaik menurut ta' untuk semua Yaa Allah.  Hasbiyallahu wani'mal wakiil. Ni'mal mawla wanni'mannashir. La hawla wa la quwwata illa billah.  Maros, 13 Mei 2026. 

Amfain 1

Jadi, seperti ini rasanya tinggal jauh dari orang tua. Serumah dengan teman-teman yang alaynya tak terkira. Hari ini saling bercanda, makan bersama. Esok lusa mungkin bertemu pandangpun enggan.

Jadi, seperti ini rasanya tinggal jauh dari orang tua. Memikul rindu pada hangatnya suasana rumah. Yang meski tiap hari tertawa dan berkelakar, tetap saja pada satu bagian hati tersemat gelisah. Yang jika diabaikan akan menjelma dalam rupa tawa-tawa menyesakkan. Lantas, apalagi kalau bukan berujung antagonis, seperti biasa.

Jadi, seperti ini rasanya tinggal jauh dari orang tua. Harus kucegat jemari untuk tak menghubungi mama dan bapak ketika suaraku parau seperti ini. Atau segera mengakhiri perbincangan sebelum mereka menyadari, anaknya-si tukang flu ini, tiap malam tidur dengan kipas angin berotasi hingga fajar. 

Jadi, seperti ini rasanya tinggal jauh dari orang tua. Berkali-kali berbohong tentang cefalgia yang Alhamdulillah mau diajak damai. Tentang kapsul-kapsul yang meski mereka tahu takkan kutelan, tapi masih tetap dipertanyakan.

Jadi, seperti ini rasanya jauh dari Mama, Bapak, Duo Mas Bro, dan suasana rumah

Amfain,here :,)

Kost, 180915

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat untuk Kak Iis yang jauuuh di sana

Hai kak! Di dunia lagi banyak trend baru loh.  Dulu tuh, camping, mendaki, menurutku sesuatu yg susah buat dilakuin, tapi hari-hari ini jadi sering lihat postingan orang-orang lagi hiking, wisata alam juga makin banyak yang bisa di-explore. Terus ada juga trend jogging yang saking nge-trend-nya tuh sampai ada jokinya kak. Joki strava namanya, orang lain yang lari, tapi kita yg ngeklaim dan posting pace strava-nya wkwk. Trend tiktok yang dari dulu memang sudah ada, sekarang makin banyak gayanya. Dari yang stecu-stecu, velocity, hmm apa lagi di', banyak dek pokoknya. Kayaknya tiap bulan tuh, adaaa aja trend tiktokan baru. Terus ini yang paling canggih menurutku kak, AI. Dibaca ei-ai. Semacam google tapi dia lebih hebat, bahkan bisa visualisasikan gambar dan video cuma dari deksripsi yang kita ketik. Agak ngeri dikit sih yah kalau di tangan orang yang salah. Di IG ku juga sering muncul isu-isu mental health, makin banyak orang yang aware. Terus, kalau dulu kita cuma tahu empat jenis k...

@ammasyam_

@ammasyam_ Akun Instagramku kehapus, hiksss 😭😭 Let me say good bye to my Instagram account @ammasyam_ Huuffftttt Aku lagi shift pagi di tanggal merah hari jumat, dan kondisi IGD sangat hectic, pasien terus berdatangan, mayoritas anak-anak yang sulit dipasang infus. Lalu setelah itu ada pasien gawat dengan kondisi kesadaran menurun. Aku melihat dari balik loket apotek ketegangan yang berubah jadi isak tangis saat qadarullah pasien gawat tersebut dinyatakan meninggal dunia.  Ada perasaan perih yang bercampur aduk mendengar suara tangis itu. Sementara resep pasien rawat inap masih terus masuk di aplikasi SIMRS dan pelayanan harus tetap berjalan. Di sela waktu sebelum sholat Dzuhur aku menyempatkan diri membuka hape, dan tada... ada notif dari Instagram kalau akunku ditangguhkan. Karena sedang hectic, kuabaikanlah notif itu. Nanti saja di rumah.  Diperjalanan pulang, aku melipir ke minimarket, dan saat mau keluar aku baru sadar kalau di luar sedang hujan deras. ...

Another Grief Journey

Tidak pernah kusangka kalau aku akan menulis grief journey lagi secepat ini. Perjalanan ditinggal mama belum sembuh, lalu aku harus mengalami kehilangan sekali lagi. Nenekku yang kusayang, yang membesarkanku sejak kecil, rumah tempat pulangku, sekali lagi  harus kulepas dengan ikhlas. Parepare, 27 Juni 2025, di rumah sakit tempat lahirku, aku menangis ditinggal nenekku lebih dulu. Tidak pernah ada yang bilang kalau fase berduka itu panjang dan melelahkan. Tidak pernah ada yang bilang bahwa pengalaman berduka itu tidak mengurangi sedikitpun sakit di fase berduka selanjutnya.  Nyatanya, dari satu kehilangan ke kehilangan lainnya hanya akan menambah dalam lubang besar di hati. Satu-satunya obat yang bisa jadi penawar adalah kesadaran bahwa dunia memang tempat yang sementara. Sebesar apapun cinta yang kita miliki, sekuat apapun kita menggenggam, sebanyak apapun harta yang bisa dipertaruhkan, kalau Allah bilang waktunya pulang, maka terjadilah. Tanpa pertolongan Allah, kita tidak b...