Langsung ke konten utama

Catatan terakhir...

Twenty Eight

Pelajaran di usia dua puluh delapan tahun: Ayo kita cintai dan maafkan diri kita sendiri. Maafkan juga kesalahan orang lain, bukan karena kita pantas disakiti, tapi demi kelegaan dan ketenangan diri sendiri. Sadari bahwa kita hanya manusia. Aku, kamu, dia, mereka, semua berpotensi berbuat salah dan membuat kecewa. Kita bukan malaikat. Itulah kenapa Allah memberikan kita hati, akal, dan pikiran. Kita diberi pilihan mau memaafkan, mau mengikhlaskan, mau menerima dengan lapang, atau mau memelihara dendam dan kebencian. Kita diberi pilihan mau menjalani hidup dengan bahagia dan tenang atau membuang-buang waktu dengan penyesalan yang tidak ada habisnya.  Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Terima kasih ya Amma, sudah bertahan sejauh ini. Tenang saja, ada Allah kok. Jangan putus doa-doa baiknya. Gak akan rugi, insyaa Allah.  Untuk semua hal yang tidak kamu adukan pada ayah, tidak pula kamu tangisi di makam ibu, dan hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada adikmu, aku cuma mau bilang...

Masih Tentang Perempuan




Hai hai... Assalamu'alaikum. Sebagai pembuka, ada kekata yang terlebih dulu ingin kuutarakan.

"Aku rindu... ah, tidak. Bukan aku, tapi jemariku, hatiku juga -mungkin- mungkin juga... ugh! intinya aku rindu... menarikan jemari di atas keyboard  laptopku. "


 Keping kenangan dari SDN 24 Parepare :') Hancurnya tulisanku -_-


Perempuan-Perempuan Perkasa
*entah siapa nama penulisnya, tidak ada yang tercantum di secarik kertas itu*
Perempuan-perempuan pembaca di pagi buta
dari manakah mereka?
Ke stasiun kereta datang di bukit-bukit desa
Sebelum peluit kereta pagi terjaga
 Sebelum hari bermula ke pesta kerja

Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
dari manakah mereka?
Dari atas roda-roda baja mereka berkendang
Mereka berlomba dengan surya ke gerbang kota
Merebuk hidup di pasar-pasar kota

Perempuan-perempuan ini, yang membawa bakul di pagi buta
siapakah mereka?
Mereka adalah ibu-ibu berhati baja
Perempuan-perempuan perkasa
Akar-akar melata dari tanah perbukitan turun ke kota mereka
Cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa.

Tertanggal, 12 Januari 2010
 
 ***

Masih tentang perempuan, tentang kekuatan dari dalam yang sejurus dengan dua wanita. Pernahkah terbesit tentang wanita-wanita yang kokoh bahunya menopang hidup. Tegar jiwanya menerjang liku jalan-jalan berbatu. Tentang bait puisi yang kujumpai di bangku sekolah dasar. Puisi itu bertuan, hanya saja tak ada nama penulisnya di situ. Mungkin saya lupa atau bahkan abai kala itu. 

Saya ingat itu pelajaran mengubah puisi menjadi prosa *yaiyalahkandisituadatulisannya* karena ini salah satu materi yang menurut saya sukar dan pada waktu itu sama sekali tidak menarik minatku, jadilah tulisan saya bak cakar meong begitu -___- *beladiri*. Tapi terlepas dari semua itu, yang paling tidak kumengerti adalah maknanya. Waktu itu, kelas 6 SD. Dan saya sama sekali tidak tertarik dengan puisi. Rangkaian kata rumit yang menyebalkan.

Tapi, ketika kutemukan kembali secarik kertas itu, ada yang sesuatu yang menggetarkan hati. Karena teka-teki yang dahulu kuanggap menyebalkan ternyata begitu besar maknanya. Tentang perempuan. Perjuangan. Pengorbanan.

Pernah dengar ungkapan bahwa di balik suksesnya seorang lelaki selalu ada wanita hebat di belakangnya? Dan saya menganggukkannya. Tapi bukankah laki-laki dan perempuan saling melengkapi?

Habis Gelap Terbitlah Terang. Bapak adalah orang pertama yang mengenalkanku pada semboyan itu, meski lagu Ibu Kita Kartini telah lebih dulu kudapatkan di sekolah. Karena semboyan itu pula saya mulai menyukai cerita-cerita pendek dan sejarah. Itu artinya, di balik hobbi membacaku, ada bapak yang memeloporinya. Seimbangkan. 

Ah, makin jauh makin absurd saja tulisan ini. Padahalkan awalnya saya cuma ingin bilang  Selamat Hari Kartini, untuk Mama, untuk Ibu Kartini, untuk Ibu-Ibu guruku, untuk diriku, dan untuk semua perempuan di Indonesia.

Karena kita adalah perempuan. Maka tegarlah, tersenyumlah. Sebab sejak dahulu, segala rintangan mampu kita lewati meski 'katanya' kita tercipta dari tulang rusuk lelaki. 
Jikalau kita perempuan. Saling menguatkan, saling menggenggam. Maka tak menutup kemungkinan akan ada kekuatan yang menandingi hatinya dua wanita. 

Karena kita perempuan :)




Maros, 21 April 2015.23:48 wita


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sehimpun Luka

Sebab pada bagian yang mana lagi akan kau tanamkan duka Sedang lahan-lahan hati disesaki luka Dan daun-daun kenangan rimbun berjatuhan Sebab pada tangkai yang mana lagi akan kau petik buah-buah ranum kebahagiaan Sedang tanahku gersang Meski hujan hilir-mudik mengguyur Sebab pada pohon yang mana lagi kau akan sembunyi Sedang jemari letih memangkas perih Dan angin sibuk meniupkan bayangmu Sebab pada akar yang mana lagi kau akan menyandung tungkai Sedang rapuhnya kian kerontang Dan aku tak lagi peduli *Maros, 190616

@ammasyam_

@ammasyam_ Akun Instagramku kehapus, hiksss 😭😭 Let me say good bye to my Instagram account @ammasyam_ Huuffftttt Aku lagi shift pagi di tanggal merah hari jumat, dan kondisi IGD sangat hectic, pasien terus berdatangan, mayoritas anak-anak yang sulit dipasang infus. Lalu setelah itu ada pasien gawat dengan kondisi kesadaran menurun. Aku melihat dari balik loket apotek ketegangan yang berubah jadi isak tangis saat qadarullah pasien gawat tersebut dinyatakan meninggal dunia.  Ada perasaan perih yang bercampur aduk mendengar suara tangis itu. Sementara resep pasien rawat inap masih terus masuk di aplikasi SIMRS dan pelayanan harus tetap berjalan. Di sela waktu sebelum sholat Dzuhur aku menyempatkan diri membuka hape, dan tada... ada notif dari Instagram kalau akunku ditangguhkan. Karena sedang hectic, kuabaikanlah notif itu. Nanti saja di rumah.  Diperjalanan pulang, aku melipir ke minimarket, dan saat mau keluar aku baru sadar kalau di luar sedang hujan deras. ...

Surat untuk Kak Iis yang jauuuh di sana

Hai kak! Di dunia lagi banyak trend baru loh.  Dulu tuh, camping, mendaki, menurutku sesuatu yg susah buat dilakuin, tapi hari-hari ini jadi sering lihat postingan orang-orang lagi hiking, wisata alam juga makin banyak yang bisa di-explore. Terus ada juga trend jogging yang saking nge-trend-nya tuh sampai ada jokinya kak. Joki strava namanya, orang lain yang lari, tapi kita yg ngeklaim dan posting pace strava-nya wkwk. Trend tiktok yang dari dulu memang sudah ada, sekarang makin banyak gayanya. Dari yang stecu-stecu, velocity, hmm apa lagi di', banyak dek pokoknya. Kayaknya tiap bulan tuh, adaaa aja trend tiktokan baru. Terus ini yang paling canggih menurutku kak, AI. Dibaca ei-ai. Semacam google tapi dia lebih hebat, bahkan bisa visualisasikan gambar dan video cuma dari deksripsi yang kita ketik. Agak ngeri dikit sih yah kalau di tangan orang yang salah. Di IG ku juga sering muncul isu-isu mental health, makin banyak orang yang aware. Terus, kalau dulu kita cuma tahu empat jenis k...