Pelajaran di usia dua puluh delapan tahun: Ayo kita cintai dan maafkan diri kita sendiri. Maafkan juga kesalahan orang lain, bukan karena kita pantas disakiti, tapi demi kelegaan dan ketenangan diri sendiri. Sadari bahwa kita hanya manusia. Aku, kamu, dia, mereka, semua berpotensi berbuat salah dan membuat kecewa. Kita bukan malaikat. Itulah kenapa Allah memberikan kita hati, akal, dan pikiran. Kita diberi pilihan mau memaafkan, mau mengikhlaskan, mau menerima dengan lapang, atau mau memelihara dendam dan kebencian. Kita diberi pilihan mau menjalani hidup dengan bahagia dan tenang atau membuang-buang waktu dengan penyesalan yang tidak ada habisnya. Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Terima kasih ya Amma, sudah bertahan sejauh ini. Tenang saja, ada Allah kok. Jangan putus doa-doa baiknya. Gak akan rugi, insyaa Allah. Untuk semua hal yang tidak kamu adukan pada ayah, tidak pula kamu tangisi di makam ibu, dan hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada adikmu, aku cuma mau bilang...
Barakallahu fii Umrik Iin Cem *ups*
Sebagai do'a untuk yang ulang tahun di Jum'at Barokah kemarin. Di hujan pertama setelah kemarau panjang
Sebut saja saya teman yang tak ingat kawannya. Teman lupa kulitnya, atau apapun itu. Maaf, bukannya lupa dengan ulang tahunmu Jum'at kemarin (071114). Bukan pula karena aku tak melihat di beranda facebookmu yang banjir ucapan. Sungguh, aku ingat. Hanya saja, ada suatu hal yang harus membuat jemariku tercekat ketika hendak mengucapkan itu.
Mianhae, jeongmal mianhae :D
Foto terbaru bareng dia, 160814
Hey, sista, seventeen right?
Ah, saya masih 16. Itu artinya kau lebih tua kan? :P Jadi saya harus panggil kakak, ya? Ogah ah, :P Kitakan sama-sama regu empat. Masih ingat? Wajib! *kalau tidak ingat, bombe'ko* Kitakan sama-sama Pelangi Sesat. Kitakan sama-sama cantik :P Kitakan sama-sama narsis :P
Kitakan.....
Hey, sista,
sebagai yang dituakan, aku ingin bertanya, bagaimana sensasi usia tujuh belas tahunmu? Apa harapanmu? Apa saja yang telah kau capai? Sejauh mana kau melangkah? Tapi kurasa, cukup kau jawab saja dalam hatimu. Biarkan aku mencari jawabannya sendiri, seperti biasa :D
Hey, sista,
Masih ingatkah dengan pertemuan pertama kita *Ceileeeee* Masih ingatkah berapa banyak kenangan yang kita lalui bersama? Jika lupa, biar kuingatkan, setelah itu kujewer kupingmu *poreku* :D
Yang pertama dan yang utama kita adalah regu empat. Kubu kocak yang di dalamnya ada kakak senior yang ngefans sama juniornya. Ada Tiwi yang jadi sumber perhatian, (kita), ada Nuzul, yang dulu ngajak berantem sama kamu x_x.
Kita sekelas dari kelas satu sampai tamat SMP. Sampai bosan saya lihat mukamu :P *bo'ong ja* Seregu dalam grup ansambel, dalam drama (kw 2nya FTP) Di Bahumu Kubagi Dukaku, pergi warnet bareng-bareng, apa lagi diiii'?
Kita juga selalu jalan kaki bareng kalau mau ke rumahmu. Kita pernah satu kelompok dalam proyek besar pembuatan video kita di kelas sembilan.
Ingat-ingat ki!
Kukira, kita akan tetap dalam satu naungan atap sekolah. Kukira, kita akan terus bersama menuntut ilmu. Nyatanya, tidak ada yang abadi, sebab keabadian itu hanya milik-Nya.
Hey, sista, bagaimana Putih Abu-Abumu?
Kita pernah bermimpi menggunakan seragam itu. Nyatanya, tak ada putih abu-abu dalam list seragamku. Bahkan tak ada seragam pramuka lagi. Tapi mimpi kita masih sama, bukan? Menjemput masa depan dengan senyum merekah, diiringi haru dan kebanggaan orang tua kita yang membuncah. Semoga. Aamiin.
Ayu-Amma-Iin
*kentara ji yang tidak pakai baju pramuka*:D
So untuk teman SMPku, Iin Mulyani Ishaq, a.k.a Iin Okashi
Yang katanya selalu disuruh jalan cewek, santai bin kalem, yang kulitnya kopi-susu, yang mukanya mirip bule, yang paling sering nangis di kelas,
Barakallahu fii umrik. Selamat hari jadi, teman.
Semoga segala harapmu, mimpimu, dan do'amu bisa kau capai sesuai target. Semoga yang baik-baik menghampiri. Selamat tambah kalem. Semoga makin jadi cewek tulen.
Dan, jangan lupakan kenangan kita :)
Biarkan tulisan ini berdiam diri, sampai kau menemukannya sendiri :P
(Maros,091114)





Komentar
Posting Komentar