Bismillah... Untuk setiap duka yang terasa panjang... Semoga Allah mudahkan kita melihat hikmah di baliknya. Untuk setiap luka yang diam-diam terasa… semoga Allah menjadikannya penggugur dosa. Untuk setiap sedih yang singgah tanpa diminta... semoga Allah menghitungnya sebagai doa yang tak sempat terucap. Untuk setiap tangis yang jatuh dalam sepi… semoga Allah menyimpannya sebagai pahala yang tak terlihat. Untuk setiap hati yang pernah terasa berat… semoga Allah menggantinya dengan ketenangan yang pelan-pelan datang. Untuk setiap langkah yang tertatih menahan perih… semoga Allah menjadikannya jalan pulang menuju hati yang lebih kuat. Untuk setiap hari yang dilewati dengan tabah… semoga Allah menghadirkan hari di mana kita tersenyum sambil berkata, “Terima kasih Yaa Allah... Ternyata aku bisa melewati semuanya.” ✨ Catatan 07 Ramadhan 1447H Maros, 25 Februari 2026
Dengarkah atas apa yang baru kubisikkan? Kurasa tidak. Kau terlalu acuh, tadi. Untuk saat ini, tempat itu akan menjadi tongkrongan baruku. Rumah keduaku. Jika kau tak menjumpaku sebagaimana biasanya, maka temui aku di sana. Aku hanya ingin menyepi dengan sedikit renungan. Datanglah bila memang benar-benar perlu. Sejenak saja, biarkanku berkawan dengan sepi. Hingga hening mampu mengalahkan bening. Atau mungkin sebaliknya. Sebab akupun tak menjamin kesendirian akan membawa ketenangan yang menjadi tujuan. kau tahukan, aku benci saat sunyi menyapa. Membuatku merasa asing dengan diriku sendiri. Bisa saja menyepi justru semakin menohok hati karena tak ada yang menjadi tumpuan canda.Tak apa, bila bening menjadi pemenang bukankah itu artinya sesakku menguap ke langit-langit? Tak apa, meski rahu, aku siap.
Sssttt... jangan beri tahu yang lain.
Sejenak saja
Komentar
Posting Komentar