Langsung ke konten utama

Catatan terakhir...

Tak Ada yang Sia-sia

Bismillah... Untuk setiap duka yang terasa panjang... Semoga Allah mudahkan kita melihat hikmah di baliknya.  Untuk setiap luka yang diam-diam terasa… semoga Allah menjadikannya penggugur dosa.  Untuk setiap sedih yang singgah tanpa diminta... semoga Allah menghitungnya sebagai doa yang tak sempat terucap. Untuk setiap tangis yang jatuh dalam sepi… semoga Allah menyimpannya sebagai pahala yang tak terlihat. Untuk setiap hati yang pernah terasa berat… semoga Allah menggantinya dengan ketenangan yang pelan-pelan datang. Untuk setiap langkah yang tertatih menahan perih… semoga Allah menjadikannya jalan pulang menuju hati yang lebih kuat. Untuk setiap hari yang dilewati dengan tabah… semoga Allah menghadirkan hari di mana kita tersenyum sambil berkata, “Terima kasih Yaa Allah... Ternyata aku bisa melewati semuanya.” ✨ Catatan 07 Ramadhan 1447H Maros, 25 Februari 2026

16th Wish (^^)

"Sejauh kaki berpijak, hitam putih tetap mengikut"

 Yaa Allah... terima kasih atas segala Berkah yang Kau limpahkan kepada hamba. Terima Kasih atas segala Rahmat yang Kau Ridhoi kepada hamba. Kepada hamba yang kerap melupakan-Mu, yang tak luput dari kehilafan, bahkan tindak-tanduk  yang jelas telah kuketahui segala imbalannya. Sebarapa besar dosanya. 


Setiap ukiran yang tercipta dari bingkai kehidupanku, selalu saja rupa-rupa menghias, menghampiri. Aku selalu menuangkan harapan dalam kalbu, mendesain mimpi seelok mungkin, Mencoba menatap lurus ke depan, meski pada akhirnya kan menyerah jua. Menengok ke belakang dan terjerembab dalam keterpurukan. Aku selalu benci saat-saat bermimpi terlalu tinggi, tapi nyatanya tak dapat kuwujudkan, terlalu pecundang untuk melisankannya. Terkadang aku bahkan berfikir, jika aku terlalu over dalam bermimpi, hingga tak satupun yang dapat kuraba.  Saat egoisme meraja dan keraguan mendera, dilema dalam carut marut pikiran, hati yang tak jua bertemu jalan yang tepat. Tersesat.

Tapi aku bersyukur, masih tersisa sisi lain dari hati ini yang terus berseru, berteriak memaki, Jangan Menyerah! Kau tahu, kau terlalu melankolis jika seperti itu, hingga mimpi-mimpi itu terkubur, dalam keraguanmu, dalam keluhan-keluhan tak pentingmu!!! 

Tuh, kan. Sudah saya bilang, terlalu banyak hal yang melintang, bak benang kusut di ujung tanduk. Hingga sedikit saja salah dalam bertindak akan berakibat fatal. Aku terlalu sering berangan, bercita, tapi terlalu takut mengambil langkah, terlalu kaku, bahkan hanya untuk membuka lembar kehidupan yang baru. Terlalu takut pada kemungkinan-kemungkinan yang tak pernah kucantumkan dalam bingkai mimpiku. Masih belum bisa mencerna hukum 'sebab-akibat'. 
Maka di pijakan enam belas tahun ini, jauh di lubuk hati, masih tersimpan keyakinan, keinginan untuk memulai yang lebih baik dan yang terbaik. Segala keraguan itu ingin kubakar, kuenyahkan hingga menjadi abu tak berarti. Membiarkan puing-puing semangat bersatu, serupa keyakinan untuk melenyapkan segala keraguan, ketakutan. 


Di penghujung catatan ini, aku ingin mengutarakan serpihan do'a di setiap sholatku. Secuil keinginan di Ramadhan Mubarok ini. Hanya serpihan.  Harapan-harapan yang bertumpu pada keyakinan, bahwa Allah itu Ada, Ia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Allah di atas segala-gala yang menjadi atasan. Keinginan agar di setiap langkahku di beri keberkahan oleh-Nya. Do'a agar nenek diberi kesembuhan. Ketabahan dan kekuatan menghadapi gastritis yang mendera. Meski tiga-belas Juli tahun ini kuhabiskan di ruang pengap sempit rumah sakit. Tak apa, bahkan itu tak sepadan atas apa yang telah nenek lakukan untukku. Atas segala kebaikan yang beliau lakukan, dan tak mungkin dapat kubalas. Nenek, yang kuat ya... Cepat sembuh... Masa kukalah ki minum obat.... :') 

Pula pada keperihan hati yang mendesis melihat saudara-saudaraku merana tersiksa, oleh kebiadaban manuasia-manusia di atas syaitan, manusia-manusia tak berjiwa, tak berhati. Do'a agar adik, kakak, di Palestina sana diberi kekuatan, ketabahan menghadapi segala cobaan yang menghujam. Do'a kala hati bak teriris melihat adik-adik tak bersalah, lenyap nyawanya karena ledakan bom, serangan Israel laknatullah. Do'a agar mereka-mereka yang berjihad mempertahankan Islam diberi tempat terindah di sisi-Nya, sebagaimana indahnya perjuangan, perjalanan kehidupan yang mereka tempu, walau perih, kerap menghadang. Bahkan sering.


Aamiin...


*latepost, 16072014*  

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku layak, Aku berharga.

Aku pernah merasa sakit, lebih tepatnya merasa tersakiti. Aku pernah merasa ditinggalkan, padahal aku sendiri yang mundur dengan jelas. Aku pernah merasa tidak berharga. Pertanyaan-pertanyaan penuh duri berkelindan di kepalaku. Apakah aku setidakberharga itu untuk diperjuangkan? Apakah aku setidaklayak itu untuk mendapatkan cinta yang tulus? Kurangku apa? Salahku dimana? Aku sudah belajar dan mengupayakan banyak hal, termasuk hatiku, tapi apa yang aku dapatkan?  Kemudian aku berpikir, sebenarnya validasi dari siapa yang kutunggu? Aku cukup dan aku berharga.  Aku sangat berarti untuk keluargaku, sahabatku, dan orang-orang yang ada di sekelilingku. Bagi diriku sendiri. Dan yang paling penting, aku sangaaaaat dicintai oleh Allah, pemilikku. Tempat pulangku. Amma, orang-orang yang dulu membuatmu menangis sesenggukan hanya tidak sanggup melihat cahayamu yang berkilau. Mereka menutup mata dan menghindar. Mereka menyerah dan memilih pergi tanpa menyelam lebih dulu mencari mutiara yan...

Surat untuk Kak Iis yang jauuuh di sana

Hai kak! Di dunia lagi banyak trend baru loh.  Dulu tuh, camping, mendaki, menurutku sesuatu yg susah buat dilakuin, tapi hari-hari ini jadi sering lihat postingan orang-orang lagi hiking, wisata alam juga makin banyak yang bisa di-explore. Terus ada juga trend jogging yang saking nge-trend-nya tuh sampai ada jokinya kak. Joki strava namanya, orang lain yang lari, tapi kita yg ngeklaim dan posting pace strava-nya wkwk. Trend tiktok yang dari dulu memang sudah ada, sekarang makin banyak gayanya. Dari yang stecu-stecu, velocity, hmm apa lagi di', banyak dek pokoknya. Kayaknya tiap bulan tuh, adaaa aja trend tiktokan baru. Terus ini yang paling canggih menurutku kak, AI. Dibaca ei-ai. Semacam google tapi dia lebih hebat, bahkan bisa visualisasikan gambar dan video cuma dari deksripsi yang kita ketik. Agak ngeri dikit sih yah kalau di tangan orang yang salah. Di IG ku juga sering muncul isu-isu mental health, makin banyak orang yang aware. Terus, kalau dulu kita cuma tahu empat jenis k...

Dibuang Sayang~ Part 2

Musim Panen Sepanjang perjalanan diiringi padi yang menguning, tumpukan karung gabah, dan petakan terpal di depan rumah penduduk. Diawasi kanak-kanak dengan sebatang kayu di tangan. Tak lupa dikibarkan kantong plastik di bagian ujungnya, siap untuk mengusir burung yang hendak mematuk, namun lebih sering mengusir ayam yang berdatangan.  Nenekku, seorang petani yang menggarap sawah orang lain. Dan tentu saja masa kecilku juga pernah seperti itu. Dengan alibi menjaga gabah, padahal malah asik main sendiri di bawah pohon, meletakkan kayu pengusir ayam, dan baru beranjak ketika kulihat nenek atau mama keluar mengecek. Setelahnya, gabah-gabah yang dijemur itu akan diolah menjadi beras. Ini bagian yang paling kusukai. Karena di kampungku nyaris tak ada pabrik keliling, maka gabah sekarung dua karung akan dibawa ke pabrik gabah yang tempatnya di ujung kota. Kau harus mendengar suara mesinnya yang nyaring berisik. Melihat bangunannya yang gelap, luas, dan bertingkat papan. Menu...