Bismillah... Untuk setiap duka yang terasa panjang... Semoga Allah mudahkan kita melihat hikmah di baliknya. Untuk setiap luka yang diam-diam terasa… semoga Allah menjadikannya penggugur dosa. Untuk setiap sedih yang singgah tanpa diminta... semoga Allah menghitungnya sebagai doa yang tak sempat terucap. Untuk setiap tangis yang jatuh dalam sepi… semoga Allah menyimpannya sebagai pahala yang tak terlihat. Untuk setiap hati yang pernah terasa berat… semoga Allah menggantinya dengan ketenangan yang pelan-pelan datang. Untuk setiap langkah yang tertatih menahan perih… semoga Allah menjadikannya jalan pulang menuju hati yang lebih kuat. Untuk setiap hari yang dilewati dengan tabah… semoga Allah menghadirkan hari di mana kita tersenyum sambil berkata, “Terima kasih Yaa Allah... Ternyata aku bisa melewati semuanya.” ✨ Catatan 07 Ramadhan 1447H Maros, 25 Februari 2026
Mencoba tetap tersenyum, tertawa, menyembunyikan sesak yang tengah menyusup kalbu. Huss... Huss... jauh jauh sana. Pergi!! Saya benci jika sudah seperti ini. Memangnya kau siapa? Harapanmu terlalu tinggi! Ck, ternyata kau..... ini dan itu. Huaaa.... rasanya hati ini mengejekku.
Dan ternyata, lagi, kau di PHP decak cicak -_-
Perlahan mendekat, dengan suara tercekat "Ma', tidak lolos seleksi ka lagi" pura-pura pasang tampang sok tegar, tidak peduli, padahal dalam hati mewek T.T
Ck, berapa banyak orang yang tahu perihal itu? | Tak banyak | Lalu, mengapa kau merasa malu? | Yah, saya malu pada diri saya, pada orang tua saya, pula orang-orang yang telah menyelipkanku dalam do'anya. | Kau kecewa? | Jelas. Kecewa pada diriku, sangat! Yang telah mengecewakan orang-orang yang menitip harap padaku. Yang senantiasa menyempatkan diri untuk menyebut namaku dalam do'anya. Mama' dan Bapakku. |
"Tak apa nak. Mungkin bukan rezekimu. Sebab selalu jeko dido'akan. Kau juga sudah berusaha. Mungkin rezekimu ada di tempat lain."
Ddeehh, asli nyeseknya dengar kalimat itu. Berkali-kali jatuh. Berpangkat-pangkat pula untaian semangat itu terucap dari Mama' dan Bapak. Membakar semangat, tapi langsung padam kalau mengingat PHP-PHP mimpi. Nano-nano lagi. Rame rasanya. Ada bangga-bangga sedikit. Se-di-kit. Ada puas juga. "Untung ikut ja, kalo tidak, deh, pasti lebih lagau lagi"(read:mencobahiburdirikasian). Tapi kecewa, nyesek, pengen mewek tapi gengsi (padahal sembunyi-sembunyi ngelap air mata) rakus sekali mau kuasai hatiku.
Ddeehh, asli nyeseknya dengar kalimat itu. Berkali-kali jatuh. Berpangkat-pangkat pula untaian semangat itu terucap dari Mama' dan Bapak. Membakar semangat, tapi langsung padam kalau mengingat PHP-PHP mimpi. Nano-nano lagi. Rame rasanya. Ada bangga-bangga sedikit. Se-di-kit. Ada puas juga. "Untung ikut ja, kalo tidak, deh, pasti lebih lagau lagi"(read:

Komentar
Posting Komentar