Bismillah... Untuk setiap duka yang terasa panjang... Semoga Allah mudahkan kita melihat hikmah di baliknya. Untuk setiap luka yang diam-diam terasa… semoga Allah menjadikannya penggugur dosa. Untuk setiap sedih yang singgah tanpa diminta... semoga Allah menghitungnya sebagai doa yang tak sempat terucap. Untuk setiap tangis yang jatuh dalam sepi… semoga Allah menyimpannya sebagai pahala yang tak terlihat. Untuk setiap hati yang pernah terasa berat… semoga Allah menggantinya dengan ketenangan yang pelan-pelan datang. Untuk setiap langkah yang tertatih menahan perih… semoga Allah menjadikannya jalan pulang menuju hati yang lebih kuat. Untuk setiap hari yang dilewati dengan tabah… semoga Allah menghadirkan hari di mana kita tersenyum sambil berkata, “Terima kasih Yaa Allah... Ternyata aku bisa melewati semuanya.” ✨ Catatan 07 Ramadhan 1447H Maros, 25 Februari 2026
Karya: St. Rahmah Syam
Mungkinkah hujan malam tadi?
Di balik embun yang kian menyapa
Bersama fajar yang bersatu-padu
Ada peluh dan simfoni perjuanganmu
Ada kobaran semangatmu
Serbu.... Merdeka atau mati
Meski meriam kian menghujam
Peluru-peluru tak kalah jua
Dengan segenap kasih dan cinta bangsamu
Kau satukan bambu runcingmu
Membela negara ini
Melawan Kebiadaban para penjajah
Dalam kenangan bumi pertiwi
Terselip rindu dan bingkisan haru
Kau korbankan nyawa dan keringatmu
Kau relakan senyum dan kebahagiaanmu
Demi negeri tercinta ini
Teruntuk Indonesia merdeka
Kini, liriklah negeri yang kau agungkan
Batinnya tercekik, rakyatnya mengemis
Indonesia menangis, mengharu biru
Terbelenggu oleh jeruji korupsi
Kebebasan kembali terjajah
Kemerdekaan tinggallah nama

Komentar
Posting Komentar