Langsung ke konten utama

Postingan

Catatan terakhir...

@ammasyam_

@ammasyam_ Akun Instagramku kehapus, hiksss 😭😭 Let me say good bye to my Instagram account @ammasyam_ Huuffftttt Aku lagi shift pagi di tanggal merah hari jumat, dan kondisi IGD sangat hectic, pasien terus berdatangan, mayoritas anak-anak yang sulit dipasang infus. Lalu setelah itu ada pasien gawat dengan kondisi kesadaran menurun. Aku melihat dari balik loket apotek ketegangan yang berubah jadi isak tangis saat qadarullah pasien gawat tersebut dinyatakan meninggal dunia.  Ada perasaan perih yang bercampur aduk mendengar suara tangis itu. Sementara resep pasien rawat inap masih terus masuk di aplikasi SIMRS dan pelayanan harus tetap berjalan. Di sela waktu sebelum sholat Dzuhur aku menyempatkan diri membuka hape, dan tada... ada notif dari Instagram kalau akunku ditangguhkan. Karena sedang hectic, kuabaikanlah notif itu. Nanti saja di rumah.  Diperjalanan pulang, aku melipir ke minimarket, dan saat mau keluar aku baru sadar kalau di luar sedang hujan deras. ...

Pada Siapa?

Pada mata-mata yang tertinggal oleh waktu Disesapnya oksigen ke parunya Dibendungnya angkasa dengan luas lautan Diabaikannya damai hijau yang keriput terpanggang mentari Selagi hujan, nikmatilah jemari Kelak, ketika kemarau meraja, kau akan rindu pada syair merdu dari balik atap Seperti angin yang bertiup ringkih Seperti langit dan laut yang menyetia Pada siapa kau akan menggenggam? *finally, salah fokus **H-5 ***Maros, 300316

Mimpi, Tak Bisakah Lebih Lama? :(

Antara rindu dan lupa, mimpi adalah lintasan yang penuh misteri. Mimpi membawa sepapan kelegaan dengan indikasi kerinduan, dan efek samping menyesakkan. Mimpi mungkin karena kerinduan yang begitu dalam, atau karena dalam kenyataan kita lupa. Kau pernah merasakan rindu yang hampir lupa dan menyapamu dalam mimpi? Yang kemudian, ketika kau terbangun, pelupuk matamu berembun, dan hatimu berharap bisa bermimpi lebih lama? Yang bodohnya, di dalam mimpi, rindumu belum terbayar lunas, dan kau belum sempat menyatakan kerinduan, bagaimana rasanya? Amma rinduuuu :'( *Maros, 190316

Kakak :)

Aku memang tidak punya kakak yang lahir dari rahim mama. Tapi, di luar sana, Allah mengirimkan kakak-kakak yang lahir dari rahim organisasi, rahim-rahim senyuman, dan rahim-rahim pertemanan, yang mungkin, jika kutuliskan dalam catatan ini, akan melebihi jumlah kakak yang dimiliki teman-temanku. Semoga, setiap ilmu dan pengalaman yang kita bagi bersama -lebih tepatnya, yang dibagikan kepada Amma, bisa bermanfaat dan bernilai jariyah. Terima kasih untuk setiap kakak yang telah berbaik hati menganggap Amma sebagai adiknya, dan untuk setiap nasihat, kritik  dan petunjuk ta . *Selepas nge-ice cream mello (080316)

Jejak-Jejak yang Tak Lagi Selintas Bayang

Orang-orang yang datang, pergi, dan kembali seperti ombak, apa yang akan ia katakan pada tungkai-tungkai yang disapunya lembut. Orang-orang yang datang, pergi, dan kembali layaknya angin, jawaban apa yang kan ia beri atas gigil yang ia sisakan di setiap hembusnya. Orang-orang yang datang, pergi, dan kembali seumpama hujan, apa yang ia bawa serta selain kenangan di setiap genangan karenanya. Orang-orang yang datang, pergi, dan kembali sesukanya, kekata apa yang layak ia terima dari sepasang mata yang tertinggal oleh waktu. (adakah selaksa senyum, atau puing-puing kesedihan?) *Yang tersisa dari hujan, kisi-kisi, dan soal matematika yang tak terselesaikan **Atas setiap canda dan debat ***Serta riuh kelas, yang kelak menjadi kenangan ****Smakes BP, 270216

Selintas Jalan

Dan apa yang terjadi adalah apa yang kita sebut skenario-Nya. Tidak ada yang sia-sia, bahkan jika yang tersisa hanyalah sepintas pandang, tanpa senyum. Apa yang terjadi, bukankah Dia telah memberi pilihan pada setiap kita? Mari bermuhasabah dahulu. :) *Maros, 230216

La Tahzan

Teruntuk seorang kawan yang tak kunjung membaca pesanku, La tahzan, innallaha ma'ana. Tegarlah. Yakinlah bahwa setiap cobaan yang mendatangi kita adalah satu kekuatan untuk menjadi lebih baik. Duka yang memelukmu saat ini, jangan kau biarkan larut terlalu lama. Kau harus ingat, bahwa beliau ingin kau bahagia, maka tetaplah tersenyum. Bukankah kau tak ingin ia bersedih hati? Tak banyak yang bisa kukatakan, karena memang takkan pernah sama antara orang yang kehilangan dan merasa kehilangan. Perihal pesan yang masih saja tak terbaca, tak apa. Mungkin ini caramu mengurangi kesedihan. Mungkin pula, kau tak ingin dukamu merembes kemana-mana. Atau mungkin, caraku yang salah. Apapun itu, kau pasti punya alasan tersendiri, kan? Selebihnya, sebagai seorang teman, aku hanya bisa membantu dengan do'a dari sini. Be strong, Qis! Allahummagfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu :( *Maros, 290116