Bismillah... Untuk setiap duka yang terasa panjang... Semoga Allah mudahkan kita melihat hikmah di baliknya. Untuk setiap luka yang diam-diam terasa… semoga Allah menjadikannya penggugur dosa. Untuk setiap sedih yang singgah tanpa diminta... semoga Allah menghitungnya sebagai doa yang tak sempat terucap. Untuk setiap tangis yang jatuh dalam sepi… semoga Allah menyimpannya sebagai pahala yang tak terlihat. Untuk setiap hati yang pernah terasa berat… semoga Allah menggantinya dengan ketenangan yang pelan-pelan datang. Untuk setiap langkah yang tertatih menahan perih… semoga Allah menjadikannya jalan pulang menuju hati yang lebih kuat. Untuk setiap hari yang dilewati dengan tabah… semoga Allah menghadirkan hari di mana kita tersenyum sambil berkata, “Terima kasih Yaa Allah... Ternyata aku bisa melewati semuanya.” ✨ Catatan 07 Ramadhan 1447H Maros, 25 Februari 2026
Hey, kau. Iya, kau dan kalian. Sejenak aku seakan lupa oleh penat yang tengah menyingsing. Tidakkah kau lihat, sungguh indah bulan malam ini. Hampir saja aku lupa cuap-cuap Langit Selatan - di sini
Tadi, sesudah sholat maghrib, tiba-tiba terlintas, itu buku IONI di perpusda ada yang pinjam ga ya? Jadi kepo, mau baca. Jadilah saya dan Rapitha iseng ke perpusda malam-malam. Pasalnya, setelah menguak info dari petugasnya, Perpusda buka setelah jam 7-9 malam. dan di sinilah dimulai.
Seperti biasa, kalau keluar kandang malam-malam, saya selalu mendongak mencari bulan. Tapi tak kunjung bertemu. Nah, seiring berjalannya motor, pas sudah dekat dengan gerbang Jalan Sejahtera, ketemu deh. Daaaannn.... Kau tahu, bulan malam ini, begitu indah, begitu cantik. Keyeeeeeennnn......
Masyaa Allah, Subhanallah
Tak henti-hentinya saya bergumam dalam hati. Menatap takjub Keagungan Allah.
Masyaa Allah, Alhamdulillah
Maka, saya berharap semoga malam esok masih bisa bertemu dengan si Bulan Purnama Perigee :)
Masyaa Allah, Allahu Akbar
Semoga Allah Menyertakan Ridho dan Rahmat-Nya dalam bederang purnamanya
Aamiin :)

Komentar
Posting Komentar