Langsung ke konten utama

Catatan terakhir...

Semua Ada Waktunya

Untuk setiap bahagia yang hadir tanpa diduga… semoga Allah menjadikannya pengingat bahwa doa-doa kita selalu didengar. Untuk setiap senyum yang kembali merekah... semoga Allah menjadikannya tanda bahwa hati ini sedang dipulihkan. Untuk setiap langkah yang terasa lebih ringan… semoga Allah menjaganya agar tetap berada di jalan yang baik. Untuk setiap rasa cukup yang perlahan tumbuh… semoga Allah melapangkan hati untuk terus bersyukur. Untuk setiap hari yang terasa lebih tenang… semoga Allah menguatkan kita agar tidak lupa dari mana kita pernah bertahan. Untuk setiap tawa yang kembali terdengar… semoga Allah menjadikannya saksi bahwa hati ini pernah kuat melewati duka. Untuk setiap perasaan lega yang hadir perlahan… semoga Allah menetapkannya sebagai ketenangan yang tak mudah hilang. Untuk setiap doa yang diam-diam terkabul… semoga Allah menjaga hati kita agar tetap tenang dan penuh syukur. Untuk setiap hal kecil yang kini terasa berarti… semoga Allah menjadikannya cukup untuk membahagia...

Semua Ada Waktunya

Untuk setiap bahagia yang hadir tanpa diduga… semoga Allah menjadikannya pengingat bahwa doa-doa kita selalu didengar.

Untuk setiap senyum yang kembali merekah... semoga Allah menjadikannya tanda bahwa hati ini sedang dipulihkan.

Untuk setiap langkah yang terasa lebih ringan… semoga Allah menjaganya agar tetap berada di jalan yang baik.

Untuk setiap rasa cukup yang perlahan tumbuh… semoga Allah melapangkan hati untuk terus bersyukur.

Untuk setiap hari yang terasa lebih tenang… semoga Allah menguatkan kita agar tidak lupa dari mana kita pernah bertahan.

Untuk setiap tawa yang kembali terdengar… semoga Allah menjadikannya saksi bahwa hati ini pernah kuat melewati duka.

Untuk setiap perasaan lega yang hadir perlahan… semoga Allah menetapkannya sebagai ketenangan yang tak mudah hilang.

Untuk setiap doa yang diam-diam terkabul… semoga Allah menjaga hati kita agar tetap tenang dan penuh syukur.

Untuk setiap hal kecil yang kini terasa berarti… semoga Allah menjadikannya cukup untuk membahagiakan hati.

Untuk setiap pertemuan yang membawa kebaikan… semoga Allah menjadikannya bagian dari takdir yang menguatkan.

Untuk setiap harapan yang mulai tumbuh kembali… semoga Allah menjaganya hingga benar-benar mekar dengan indah.

Untuk setiap hari yang terasa lebih terang… semoga Allah mengajarkan kita untuk tidak lupa bersyukur di dalamnya.

Untuk setiap hati yang perlahan pulih… semoga Allah menjadikannya lebih lembut, tanpa kehilangan kekuatannya.

Pada akhirnya, semua ada waktunya. Dan semoga kita selalu dihujani dengan bahagia, rasa cukup, dan syukur. 

Maros, 25 Maret 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku layak, Aku berharga.

Aku pernah merasa sakit, lebih tepatnya merasa tersakiti. Aku pernah merasa ditinggalkan, padahal aku sendiri yang mundur dengan jelas. Aku pernah merasa tidak berharga. Pertanyaan-pertanyaan penuh duri berkelindan di kepalaku. Apakah aku setidakberharga itu untuk diperjuangkan? Apakah aku setidaklayak itu untuk mendapatkan cinta yang tulus? Kurangku apa? Salahku dimana? Aku sudah belajar dan mengupayakan banyak hal, termasuk hatiku, tapi apa yang aku dapatkan?  Kemudian aku berpikir, sebenarnya validasi dari siapa yang kutunggu? Aku cukup dan aku berharga.  Aku sangat berarti untuk keluargaku, sahabatku, dan orang-orang yang ada di sekelilingku. Bagi diriku sendiri. Dan yang paling penting, aku sangaaaaat dicintai oleh Allah, pemilikku. Tempat pulangku. Amma, orang-orang yang dulu membuatmu menangis sesenggukan hanya tidak sanggup melihat cahayamu yang berkilau. Mereka menutup mata dan menghindar. Mereka menyerah dan memilih pergi tanpa menyelam lebih dulu mencari mutiara yan...

Surat untuk Kak Iis yang jauuuh di sana

Hai kak! Di dunia lagi banyak trend baru loh.  Dulu tuh, camping, mendaki, menurutku sesuatu yg susah buat dilakuin, tapi hari-hari ini jadi sering lihat postingan orang-orang lagi hiking, wisata alam juga makin banyak yang bisa di-explore. Terus ada juga trend jogging yang saking nge-trend-nya tuh sampai ada jokinya kak. Joki strava namanya, orang lain yang lari, tapi kita yg ngeklaim dan posting pace strava-nya wkwk. Trend tiktok yang dari dulu memang sudah ada, sekarang makin banyak gayanya. Dari yang stecu-stecu, velocity, hmm apa lagi di', banyak dek pokoknya. Kayaknya tiap bulan tuh, adaaa aja trend tiktokan baru. Terus ini yang paling canggih menurutku kak, AI. Dibaca ei-ai. Semacam google tapi dia lebih hebat, bahkan bisa visualisasikan gambar dan video cuma dari deksripsi yang kita ketik. Agak ngeri dikit sih yah kalau di tangan orang yang salah. Di IG ku juga sering muncul isu-isu mental health, makin banyak orang yang aware. Terus, kalau dulu kita cuma tahu empat jenis k...

Dibuang Sayang~ Part 2

Musim Panen Sepanjang perjalanan diiringi padi yang menguning, tumpukan karung gabah, dan petakan terpal di depan rumah penduduk. Diawasi kanak-kanak dengan sebatang kayu di tangan. Tak lupa dikibarkan kantong plastik di bagian ujungnya, siap untuk mengusir burung yang hendak mematuk, namun lebih sering mengusir ayam yang berdatangan.  Nenekku, seorang petani yang menggarap sawah orang lain. Dan tentu saja masa kecilku juga pernah seperti itu. Dengan alibi menjaga gabah, padahal malah asik main sendiri di bawah pohon, meletakkan kayu pengusir ayam, dan baru beranjak ketika kulihat nenek atau mama keluar mengecek. Setelahnya, gabah-gabah yang dijemur itu akan diolah menjadi beras. Ini bagian yang paling kusukai. Karena di kampungku nyaris tak ada pabrik keliling, maka gabah sekarung dua karung akan dibawa ke pabrik gabah yang tempatnya di ujung kota. Kau harus mendengar suara mesinnya yang nyaring berisik. Melihat bangunannya yang gelap, luas, dan bertingkat papan. Menu...