Pelajaran di usia dua puluh delapan tahun: Ayo kita cintai dan maafkan diri kita sendiri. Maafkan juga kesalahan orang lain, bukan karena kita pantas disakiti, tapi demi kelegaan dan ketenangan diri sendiri. Sadari bahwa kita hanya manusia. Aku, kamu, dia, mereka, semua berpotensi berbuat salah dan membuat kecewa. Kita bukan malaikat. Itulah kenapa Allah memberikan kita hati, akal, dan pikiran. Kita diberi pilihan mau memaafkan, mau mengikhlaskan, mau menerima dengan lapang, atau mau memelihara dendam dan kebencian. Kita diberi pilihan mau menjalani hidup dengan bahagia dan tenang atau membuang-buang waktu dengan penyesalan yang tidak ada habisnya. Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Terima kasih ya Amma, sudah bertahan sejauh ini. Tenang saja, ada Allah kok. Jangan putus doa-doa baiknya. Gak akan rugi, insyaa Allah. Untuk semua hal yang tidak kamu adukan pada ayah, tidak pula kamu tangisi di makam ibu, dan hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada adikmu, aku cuma mau bilang...
Palestina,
bagaimana kabarmu hari ini?
masihkah rumahmu membara di bawah letupan bom zionis?
masihkah tidurmu terusik oleh serangan bombardir zionis Israel?
masihkah langkahmu dihadang menuju kiblat pertama umat Islam?
Palestina,
belum hilang dari ingatanku tentang Razan Al Najjar
yang dadanya ditembus peluru
hingga bersimbah darah baju kebesarannya
kemarin terdengar kabar, stasiun tivi Al Aqsa terkena serangan bom
pagi ini kubaca berita tentang penghentian dan pengurangan bantuan pangan untukmu
Kebiadaban macam apa lagi yang belum dilakukan oleh israel?
Lucunya, di negeriku, dia yang katanya pembina pesantren
yang katanya mantan juru bicara presiden
dengan bangganya mengisi kuliah tamu di tanah terlaknat israel
dengan entengnya berjabat tangan dengan si dalang genosida, Benjamin Netanyahu!
Palestina,
bagaimana kabarmu hari ini?
lebih dari 230 jiwa syahid sejak aksi Great Return March
mereka memenjarakan pemuda dan wanita tak bersalah
membunuh para relawan, meratakan rumah-rumah dan sekolah
Palestina,
sungguh, tak satu pun dari tetes peluhmu yang tak terhitung sebagai pemberat hisab kebaikanmu
tak satupun nyawa yang kembali pada Sang Maha Pencipta kecuali syahid dihadiahkan untukmu
dan tak satupun jihadmu yang sia-sia, sebab gelar syuhada telah Allah siapkan bagimu
syurga tempatmu kembali.
Maros, 21 Desember2018

Komentar
Posting Komentar