A kindly reminder for my self Entah pernah baca ini dimana, katanya rumus kehidupan sebagai seorang hamba adalah doa, ikhtiar, dan tawakal. Karena ikhtiar tanpa doa itu sombong, dan doa tanpa ikhtiar itu sama saja bohong. Lalu, setelah berikhtiar dan berdoa, biar Allah yang menetapkan hasil terbaiknya. Itulah bentuk tawakal. Tapi, ada satu hal yang harus berjalan beriringan dengan doa, ikhtiar, dan tawakal, yaitu sangka baik... yang muaranya takkan jauh-jauh dari syukur ataupun sabar, dan tidak ada kerugian di antara keduanya. Kalau bersyukur, Allah tambah nikmatmu, kalau bersabar kamu mendapat pahala, dan Allah bersamamu. Berbaik sangkalah pada Allah bahwa semua ketetapan-Nya adalah yang terbaik, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Jangan pernah lepaskan sangka baikmu pada Allah, ya. ♥️🤗 Maros, 31 Agustus 2026
| Fokus ke gelangnya aja pemirsa |
Aku suka gelang. Dan mama suka sekali membelikan gelang untukku. Waktu kecil, bahkan sampai SMP aku punya banyak gelang, sebagian dari mama, sebagian kubuat sendiri. Ada yang dari manik, ada pula yang dari tali kur, terus kujual ke teman-teman hahaha (dasar otak pa'balu'). Sayangnya sekarang aku sudah lupa cara membuatnya, huff... Gelang yang kupakai di foto itupun pemberian mama. Meski begitu, sudah lama sekali aku tak pakai gelang, sebelum kemudian mama memberiku gelang di foto itu. Gelang sebelumnya, aku masih ingat, kubeli di Bantimurung. Sebuah gelang besi putih yang ada tulisan hangeul Kang Min Hyuk-nya >_< lagi-lagi, itu dari mama. Ah, maksudku, dibayarkan mama, dengan sedikit rengekan dariku :D Ah, itu sudah lama sekali, kelas satu atau dua SMK kurang lebih. Lalu hilang di kantor DPRD ketika aku membawa proposal. Hmm, itu proposal apa yah, aku lupa -,- Yang jelas, sudah lama sekali aku tak pakai gelang. Lalu mama meberiku gelang coklat itu, uh, suka sekali. Terima kasih mama. Amma sayang mama, hehehe....
Sudah dulu, ini hari senin dan aku harus bergegas ke kampus.
***
Maros, 17 Desember 2018
Komentar
Posting Komentar