A kindly reminder for my self Entah pernah baca ini dimana, katanya rumus kehidupan sebagai seorang hamba adalah doa, ikhtiar, dan tawakal. Karena ikhtiar tanpa doa itu sombong, dan doa tanpa ikhtiar itu sama saja bohong. Lalu, setelah berikhtiar dan berdoa, biar Allah yang menetapkan hasil terbaiknya. Itulah bentuk tawakal. Tapi, ada satu hal yang harus berjalan beriringan dengan doa, ikhtiar, dan tawakal, yaitu sangka baik... yang muaranya takkan jauh-jauh dari syukur ataupun sabar, dan tidak ada kerugian di antara keduanya. Kalau bersyukur, Allah tambah nikmatmu, kalau bersabar kamu mendapat pahala, dan Allah bersamamu. Berbaik sangkalah pada Allah bahwa semua ketetapan-Nya adalah yang terbaik, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Jangan pernah lepaskan sangka baikmu pada Allah, ya. ♥️🤗 Maros, 31 Agustus 2026
Dua hari yang lalu, aku menantang diriku sendiri untuk menulis di akhir tahun 2018. Judulnya, #26HariMenuju2019Challenge. Karena blog yang Alhamdulillah baru bisa login hari ini, maka biarlah tulisan sejak kamis kemarin menyusul. Yang penting aku tetap menulis, kata kata Iis. Dan, ini adalah beberapa list tema yang diberikan oleh teman-teman di story instagramku.
- Kehidupan
- Buku
- Kucing
- Air Mata
- Cita-cita
- Pagi
- Berdagang
- Matahari
- Kipas Angin
- Sajadah
- Luka
- Gelang
- Cinta Pertama
- Dzikir
- Hadiah
- Palestina
- Kimia
- Rumah
- Doa
- Musik
- Keluarga
- Waktu
- Boomerang
- Piala
- Pertanyaan
- Kematian
Dan, karena hasil voting kemarin lebih banyak yang memilih agar tulisan-tulisan itu kuposting di instagram, maka kuputuskan untuk menuliskannya di sini saja, demi menghidupkan kembali rumah keduaku ini. Rumah yang telah lama kutinggal pergi.
Doaku, semoga kamu istiqamah dan kembali menulis lagi, Am.
Makassar, 08 Desember 2018

Komentar
Posting Komentar