Pelajaran di usia dua puluh delapan tahun: Ayo kita cintai dan maafkan diri kita sendiri. Maafkan juga kesalahan orang lain, bukan karena kita pantas disakiti, tapi demi kelegaan dan ketenangan diri sendiri. Sadari bahwa kita hanya manusia. Aku, kamu, dia, mereka, semua berpotensi berbuat salah dan membuat kecewa. Kita bukan malaikat. Itulah kenapa Allah memberikan kita hati, akal, dan pikiran. Kita diberi pilihan mau memaafkan, mau mengikhlaskan, mau menerima dengan lapang, atau mau memelihara dendam dan kebencian. Kita diberi pilihan mau menjalani hidup dengan bahagia dan tenang atau membuang-buang waktu dengan penyesalan yang tidak ada habisnya. Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Terima kasih ya Amma, sudah bertahan sejauh ini. Tenang saja, ada Allah kok. Jangan putus doa-doa baiknya. Gak akan rugi, insyaa Allah. Untuk semua hal yang tidak kamu adukan pada ayah, tidak pula kamu tangisi di makam ibu, dan hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada adikmu, aku cuma mau bilang...
Ada hal yang tak bisa begitu saja kamu terima hanya karena seseorang memberikannya padamu, yaitu hati.
(Shin Woo Hyun-High School Love On)
***
Duhai Amma, setelah setahun lebih penantian blog ini, mengapa harus kekata seperti itu yang kamu posting-_-
Maros, 14 Oktober 2018
Akhirnya posting juga:D
BalasHapusBeberapa bulan lalu terdampar di sini dan sempat membaca tulisan-tulisan lama, and then... sukaaaa:)
Hai, Kak Aira. Salam kenal dan selamat datang di rumah keduaku :)
Hapus