Bismillah... Untuk setiap duka yang terasa panjang... Semoga Allah mudahkan kita melihat hikmah di baliknya. Untuk setiap luka yang diam-diam terasa… semoga Allah menjadikannya penggugur dosa. Untuk setiap sedih yang singgah tanpa diminta... semoga Allah menghitungnya sebagai doa yang tak sempat terucap. Untuk setiap tangis yang jatuh dalam sepi… semoga Allah menyimpannya sebagai pahala yang tak terlihat. Untuk setiap hati yang pernah terasa berat… semoga Allah menggantinya dengan ketenangan yang pelan-pelan datang. Untuk setiap langkah yang tertatih menahan perih… semoga Allah menjadikannya jalan pulang menuju hati yang lebih kuat. Untuk setiap hari yang dilewati dengan tabah… semoga Allah menghadirkan hari di mana kita tersenyum sambil berkata, “Terima kasih Yaa Allah... Ternyata aku bisa melewati semuanya.” ✨ Catatan 07 Ramadhan 1447H Maros, 25 Februari 2026
Ini postingan dadakan, ngetiknya pun di hape. Jadi kalau typo dan tidak jelas harap maklum. Anu, sebenarnya ini request dari seseorang yang... ekhem, baji' sekali baperannya. Dikiranya mungkin jago sekali meka nulis, padahal deh.... memang jago *biarma narsis, blogku ji :P hahaha Entah sejak kapan saya jadi akrab sama dia, lama mi baa, padahal dia mantanku, biasanya kan kalo anak sekolahan sama mantannya nda mau mi baku bicara untung baik hati ja mau jadi teman curhatnya *eh yes, ada orang ta'bangka haha... mantan musuh bebuyutan maksudku. Kalau kuingat-ingat kejahilanku ke dia, gat nyangka aja gitu bisa jadi kayak sodara sama dia. Terus tempo hari, eh dulu-dulunya kemarin, kemarin-kemarinnya kemarin, sotta'-sotta' ka tebak seseorang yang selalu kasih baperki, dan yes, tojeng ternyata. Mungkin itumi namanya sotta'-sotta' berhadiah wkwk... Tunggu, pusinga' apa mau kuceritakan tentang dia dan si Anu, intinya kasian ki mantanku karena harus menanggung beban...